Seni Menepis Amarah ala Abu Bakar al-Razi

51 views

Lalu, apa resepnya? Pertama, latih diri untuk tidak melakukan tindakan apapun saat marah sebelum melalui proses pikir dan pertimbangan (al-fikr wa al-ruwwiyah). Al-Razi mengingatkan agar kita tidak ikut-ikutan perilaku hewan yang melampiaskan tanpa pikir panjang. Kedua, dalam memberikan hukuman atau balasan, seorang yang waras harus bebas dari empat hal: kesombongan (al-kibr), kebencian ekstrem terhadap yang dihukum (al-bughdh), serta dua lawan dari sifat itu, yaitu merendahkan diri dan cinta berlebihan. Kesombongan dan kebencian akan membawa pada balasan melampaui batas, sementara kelemahan dan cinta buta akan membuat hukuman kurang dari semestinya.

Keseimbangan adalah muara akhir. Seorang yang berakal (al-aqil), jika ia mampu menghadirkan makna-makna ini dalam benaknya dan menundukkan hawa nafsunya untuk mengikuti petunjuk akal, maka amarah dan pembalasannya akan terjadi dalam kadar keadilan (bi miqdari ‘adlin). Ia akan selamat dari bahaya yang mengancam jiwa dan raganya, baik dalam kehidupan segera (fi ‘ajili amrihi) maupun di akhir hayatnya (wa ajilihi).

Baca Juga:  Kolonialisme Mikro, Meso dan Makro
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA