ISLAM LIVE – Menabung dana pendidikan anak bisa dimulai dari nominal kecil. Setoran dapat ditingkatkan secara bertahap ketika pendapatan bertambah atau pengeluaran berkurang. Langkah ini memberi kesempatan bagi dana untuk bertumbuh secara bertahap sekaligus membentuk kebiasaan finansial yang konsisten.
Menabung secara rutin, meski dimulai dari nominal sederhana, disebut memberi kesempatan bagi dana untuk bertumbuh secara bertahap. Kebiasaan itu juga membentuk pola finansial yang konsisten, melansir Vanguard, Selasa (29/9/2026).
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menentukan jenjang pendidikan yang ingin dipersiapkan. Orangtua dapat memperkirakan pilihan sekolah atau perguruan tinggi, biaya pendidikan, kebutuhan ekstrakurikuler, serta pengeluaran pendukung lainnya.
Besaran dana yang dibutuhkan dapat berbeda pada setiap keluarga. Pilihan sekolah, lokasi, peluang mendapatkan beasiswa, kondisi penghasilan, dan kebutuhan anak menjadi sejumlah faktor yang dapat diperhitungkan.
Orangtua juga dapat meninjau anggaran rumah tangga untuk menemukan alokasi tabungan. Kebutuhan pokok seperti tempat tinggal, makanan, kesehatan, pengasuhan, dan transportasi dapat dipisahkan dari pengeluaran yang masih memungkinkan untuk dikurangi.
Biaya langganan maupun pembelian yang tidak mendesak dapat dievaluasi. Sebagian penghematannya kemudian dialihkan ke rekening khusus dana pendidikan anak.
Orangtua dapat menetapkan setoran setelah menerima gaji atau pemasukan. Transfer otomatis ke rekening terpisah membantu mengurangi kemungkinan uang tabungan terpakai untuk belanja lain.
Target tabungan sebaiknya dihitung berdasarkan perkiraan biaya pendidikan yang ingin ditanggung keluarga, bukan semata-mata mengikuti angka yang digunakan orang lain. Sebagian orangtua menargetkan membiayai seluruh kebutuhan, sementara yang lain merencanakan kombinasi tabungan, penghasilan saat anak bersekolah, beasiswa, atau bantuan pendidikan.
Rencana dana pendidikan sebaiknya ditinjau setidaknya setahun sekali atau ketika terjadi perubahan besar. Jika tabungan tertinggal dari perkiraan, keluarga dapat meninjau kembali jumlah yang ingin ditanggung, mencari informasi beasiswa, atau memperpanjang waktu persiapan. Keinginan menyiapkan masa depan anak tetap perlu diseimbangkan dengan kondisi keuangan orangtua, termasuk dana darurat, pengelolaan utang, perlindungan keluarga, dan tabungan pensiun.
