ISLAM LIVE – Gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa dan belasan guru di SMKN 6 Semarang setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perhatian. Hingga Minggu (2/8/2026), proses investigasi terhadap makanan dan dapur penyedia masih berlangsung untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Di tengah penyelidikan, pihak sekolah melakukan pendataan terhadap seluruh warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan. Pendataan dilakukan melalui Google Form guna mengetahui kondisi para siswa secara menyeluruh.
“Kami sudah meminta ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) agar distribusi MBG dihentikan dulu. Sambil menunggu evaluasi dari Dinas Kesehatan,” kata Berti Sagendra, Kepala SMKN 6 Semarang, di Semarang, Minggu (2/8/2026).
Berdasarkan data sementara, sekitar 693 siswa telah mengisi formulir pelaporan. Selain itu, sebanyak 14 guru juga melaporkan mengalami gejala seperti mual, diare, pusing, muntah, dan lemas. Namun, pihak sekolah menegaskan tidak semua pelapor memerlukan penanganan di rumah sakit.
Sementara itu, kondisi sebagian korban mulai membaik. Enam siswa yang sebelumnya menjalani perawatan di UPTD Puskesmas Halmahera telah diperbolehkan pulang.
“Setelah kondisi fisik membaik dan keluhan mereda, mereka diperbolehkan melanjutkan pemulihan di rumah,” kata dr. Turi Setyawati, Kepala UPTD Puskesmas Halmahera, di Semarang, Minggu (2/8/2026).
Saat ini masih terdapat 10 siswa yang menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Semarang. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan serta investigasi terhadap dapur penyedia MBG terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan pangan.
Kasus ini menjadi perhatian karena Program Makan Bergizi Gratis menyasar peserta didik dalam jumlah besar. Hasil investigasi diharapkan menjadi dasar evaluasi agar pelaksanaan program tetap mengedepankan standar keamanan, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
