ISLAM LIVE – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan tanggapan menohok terkait langkah Presiden yang mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa dengan Suahasil Nazara.
Dalam wawancara di saluran Nusantara TV, Mahfud MD mengapresiasi langkah cepat Presiden dalam merespons keluhan masyarakat dengan mencopot Purbaya Yudi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Mahfud menilai Suahasil sebagai sosok birokrat profesional yang berpengalaman dan dinilai tepat untuk memperbaiki keadaan.
Menurut Mahfud, terdapat dua kelemahan mendasar yang membuat Purbaya akhirnya diganti.
Kelemahan pertama adalah Komunikasi Publik yang Buruk. Purbaya dinilai sering melontarkan pernyataan yang meremehkan persoalan kompleks, seperti menganggap mudah dalam menstabilkan nilai tukar rupiah, padahal rupiah terus melemah.
Selain itu, Purbaya kerap memicu perdebatan publik di media, termasuk perselisihan seputar penarikan pajak terhadap podcaster hingga adu argumen terbuka dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait dana bagi hasil.
Pernyataan Purbaya mengenai 490 daerah yang terancam tidak bisa menggaji pegawainya juga dinilai menimbulkan keresahan alih-alih membangun optimisme masyarakat.
Kelemahan Purbaya yang kedua menurut Mahfud MD adalah tentang janji substansial yang tidak ditepati.
Mahfud menyoroti ketidakselarasan janji Purbaya, salah satunya terkait skema pendanaan proyek Kereta Cepat Whoosh. Proyek tersebut pada awalnya dijanjikan tidak akan membebankan APBN, namun pada akhirnya tetap membebankan anggaran negara tanpa transparansi dokumen perjanjian yang jelas kepada DPR.
Pascapelantikan, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan arahan khusus Presiden untuk menjaga kesehatan, kredibilitas, dan kepercayaan publik terhadap APBN.
Suahasil berkomitmen memastikan pengelolaan keuangan negara berfokus pada penstabilan ekonomi serta penyokongan program-program prioritas nasional.
