ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur terus mengawal penyelesaian permasalahan jemaah umrah PT KHT yang mengalami gagal berangkat. Pengawalan dilakukan untuk memastikan hak-hak jemaah mendapatkan kepastian penyelesaian.
Kepala Tim Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Jatim, Yuseff, mengatakan pihaknya akan terus memantau proses penyelesaian hingga hak jemaah dapat dipenuhi dan dikembalikan.
Dalam proses klarifikasi dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Direktur PT KHT, R, menyatakan komitmen untuk mengembalikan seluruh dana jemaah atau memberangkatkan jemaah paling lambat 5 November 2026.
Kemenhaj Jatim menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan komitmen tersebut. Pengawalan dilakukan agar proses penyelesaian berjalan sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan pihak PT KHT.
Langkah tersebut dilakukan menyusul permasalahan keberangkatan jemaah umrah PT KHT yang mengalami gagal berangkat. Kemenhaj Jatim menempatkan pemenuhan hak jemaah sebagai perhatian dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.
Melalui proses klarifikasi dan BAP, Kemenhaj Jatim memperoleh komitmen dari pihak penyelenggara terkait pilihan penyelesaian bagi jemaah, yakni pengembalian seluruh dana atau pemberangkatan jemaah.
Kemenhaj Jatim menegaskan akan terus mengawal perkembangan penyelesaian hingga terdapat kepastian bagi jemaah. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemenhaj dalam melindungi dan memastikan hak jemaah haji dan umrah.
