ISLAM LIVE — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Charles Honoris (Charles), menyoroti wacana pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Dia meminta (BGN), untuk lebih fokus membenahi pelaksanaan program di dalam negeri.
“Sudahlah, nggak usah ngide yang aneh-aneh. Jangan dulu bicara ekspansi MBG ke luar negeri kalau tata kelola di dalam negeri masih amburadul. Yang perlu dibenahi sekarang itu bukan memperluas wilayah program, tapi membereskan manajemen pelaksanaannya,” kata Charles kepada wartawan, Selasa (2/7/2026).
Charles menilai masih terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG di dalam negeri, terutama terkait pengawasan, koordinasi, dan kontrol kualitas. Dia menyampaikan jangan sampai menghabiskan energi untuk wacana baru sementara pelaksanaan di dalam negeri masih buruk.
“Pengawasannya buruk, koordinasinya kacau, kontrol kualitasnya juga masih bermasalah. Ini yang harus dibereskan dulu. Jangan sampai energi habis buat bikin wacana baru, sementara urusan di dalam negeri masih berantakan,” ungkap Charles.
Dia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan program MBG tidak hanya dilihat dari besarnya anggaran yang digunakan atau jumlah penerima manfaat. Aspek kualitas makanan dan kandungan gizi dinilai jauh lebih penting dalam pelaksanaan program tersebut.
“Ukuran keberhasilan MBG itu bukan berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak klaim penerima manfaat. Yang lebih penting adalah kualitas makanan yang diberikan, kualitas gizinya, dan jaminan bahwa program ini dijalankan dengan benar,” tambahnya.
Charles berharap BGN terlebih dahulu menyelesaikan berbagai persoalan yang masih terjadi dalam pelaksanaan MBG di dalam negeri. Dia juga mendorong agar sistem pengawasan dan kontrol kualitas program ditingkatkan.
