ISLAM LIVE – Panggung politik nasional kembali diwarnai dengan istilah unik yang menggambarkan dinamika elite penguasa. Istilah “Trio Kancil” kini mencuat untuk menjuluki tiga tokoh kunci di sekeliling Presiden terpilih Prabowo Subianto, yakni Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia.
Julukan ini mengemuka dalam diskusi hangat yang melibatkan politisi senior Bambang Pacul dan pakar komunikasi Ipang Wahid melalui kanal YouTube Total Politik. Penamaan “Kancil” sendiri merujuk pada personifikasi budaya Jawa tentang sosok yang cerdik, lincah, dan penuh akal.
Cak Imin disebut sebagai salah satu “kancil” yang paling lincah karena kemampuannya melakukan manuver politik atau “akrobat politik” yang mumpuni.
Bambang Pacul mengibaratkan kemahiran Cak Imin seperti pesilat yang sudah bisa “berlari di atas pohon-pohon” di saat politisi lain masih merangkak di daratan.
“Di mana pun Cak Imin berada, dia akan menemukan jalannya,” ungkap Sufmi Dasco Ahmad dalam kutipan video di kanal YouTube Total Politik (25/7).
Dasco juga menampik anggapan bahwa Cak Imin sering melakukan manuver “sen kiri belok kanan” tanpa pemberitahuan, menurutnya, jika Cak Imin ingin pindah haluan, ia pasti akan berkomunikasi terlebih dahulu.
Strategi ‘Prabonomix’ yang Mencuri Perhatian
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah keberhasilan PKB dalam acara Harlah ke-28 adalah adanya muatan politik “Prabonomix”.
Strategi ini dinilai sebagai langkah komunikasi politik yang sangat cerdas atau “nyolong start” untuk menarik simpati Presiden Prabowo.
Ipang Wahid memberikan nilai tinggi, yakni 9,5 atas keberhasilan Cak Imin dan PKB malam itu karena berhasil membuat Presiden Prabowo merasa bangga, terharu, dan rileks.
Penggunaan atribut bertuliskan “Prabonomix” oleh para kader PKB dipandang sebagai bentuk komitmen total PKB untuk mendukung pemerintahan Prabowo selama dua periode ke depan.
Kehadiran “Trio Kancil” yang terdiri dari representasi PKB (Cak Imin), Gerindra (Dasco), dan Golkar (Bahlil) diprediksi akan menjadi kekuatan politik yang sangat menentukan hingga tahun 2029.
Meski saat ini berada dalam satu lingkaran koalisi, muncul pertanyaan apakah ketiganya akan terus berkolaborasi atau justru berkompetisi di masa depan.
Selain dinamika di pemerintahan, diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya Muktamar NU mendatang yang dijadwalkan dilaksanakan pada akhir Agustus.
Terdapat harapan agar kepengurusan NU ke depan dipimpin oleh sosok yang kapabel dan fokus, tanpa “nyambi” jabatan politik agar marwah organisasi tetap terjaga di mata presiden.
Catatan Redaksi: Informasi dalam berita ini disadur dari hasil diskusi dalam video bertajuk “Bambang Pacul-Ipang Wahid Bicara Jurus Trio Kancil Prabowo” yang diunggah oleh kanal YouTube Total Politik (25/7)
