ISLAM LIVE – Kementerian UMKM menegaskan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp100 juta tidak dikenakan agunan tambahan dalam bentuk apa pun. Ketentuan ini merujuk pada Permenko Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.
Deputi Bidang Kewirausahaan sekaligus Juru Bicara Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan ketentuan tersebut berlaku tanpa pengecualian.
“Sesuai Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat, pinjaman KUR hingga Rp100 juta tidak dikenakan agunan tambahan dalam bentuk apa pun tanpa pengecualian,” kata Riza di Jakarta, (29/7/2026).
Riza menjelaskan penerima KUR ini cukup menggunakan agunan pokok berupa usaha yang dibiayai melalui KUR. Sementara agunan tambahan seperti sertifikat tanah, BPKB, atau aset pribadi berlaku untuk pinjaman di atas Rp100 juta, dengan pengecualian sektor pertanian tertentu.
“Calon penerima KUR cukup menggunakan agunan pokok berupa usaha yang dibiayai melalui KUR,” katanya.
Kementerian UMKM juga mengimbau masyarakat melaporkan permintaan agunan tambahan, pungutan biaya, atau praktik percaloan melalui SP4N-LAPOR! dan email kur@ekon.go.id.
