ISLAM LIVE – Cilebut, Bogor – Mengusung tema “Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan Untuk Indonesia Berkemajuan”, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukaraja, Kabupaten Bogor, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati harus dimulai dengan membebaskan generasi muda dari belenggu kelaparan (stunting), yang dikemas ke dalam sebuah kegiatan pengajian dan bazar sembako murah yang bertempat di Masjid Darojaturahman, Cilebut Barat.
Edukasi mendalam terkait pentingnya asupan nutrisi ini disampaikan oleh Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Dr. Mariman Darto, S.E., MMI., yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam ceramah ilmiahnya, Mariman membedah esensi kemerdekaan melalui refleksi Surah Al-Balad, yang secara tegas memerintahkan umat untuk membebaskan diri dari belenggu serta memberi makan di hari kelaparan.
Menurutnya, tugas besar bangsa saat ini adalah memastikan pemenuhan gizi anak ditakar secara ilmiah. Edukasi yang tepat di tingkat keluarga menjadi kunci utama agar target penurunan angka kelaparan, gizi buruk, dan stunting di akar rumput dapat tercapai.
“Jika anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang ditakar sesuai kebutuhan perkembangannya, maka semangat belajar mereka akan tinggi dan disiplin mereka otomatis meningkat, dari formula gizi yang tepat inilah akan lahir generasi masa depan yang pintar, sehat, dan mampu membawa Indonesia melesat maju,” tegas Mariman di hadapan ratusan jemaah Muhammadiyah dan masyarakat Cilebut, Minggu pagi (9/8)
Membangun Kesadaran Orang Tua
Kehadiran figur penting dari Badan Gizi Nasional ini mendapat sambutan hangat dari pengurus wilayah setempat. Ketua PCM Sukaraja, Moh. Danial Ramli, menilai pemaparan tersebut memberikan dampak edukasi yang strategis bagi pemahaman warga mengenai pola konsumsi sehat.
“Kehadiran Ketua MPKS yang memberikan edukasi langsung mengenai makanan bergizi ini sangat penting. Kami berharap setelah acara ini, masyarakat menjadi jauh lebih paham akan pentingnya menyiapkan masa depan anak-anak yang lebih baik lewat pemberian makanan yang bergizi sejak dini,” ujar Danial.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor, H. Ahmad Yani, SE, MEI, turut mengapresiasi langkah progresif PCM Sukaraja yang responsif terhadap isu nasional ketahanan gizi. Meski baru berusia satu tahun, cabang ini dinilai sangat aktif menghadirkan program nyata bagi masyarakat.
“PCM Sukaraja sangat aktif bergerak. Kami berharap konsistensi ini membuat mereka memenuhi kriteria untuk masuk dalam nominasi LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting) Award tingkat nasional, menyusul PCM Cileungsi, PCM Leuwiliang, dan Puraseda yang sudah masuk nominasi terlebih dahulu,” kata Ahmad Yani.
Pesan edukasi gizi tersebut langsung diwujudkan melalui rangkaian aksi konkret sejak pukul 08.00 WIB. Panitia yang dikomandoi oleh Asep Salwani menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis—meliputi cek tekanan darah, kadar gula darah, dan asam urat—untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan warga.
Sebagai pamungkas kegiatan, panitia mengadakan Bazar Murah Sembako Kemerdekaan melalui sistem penukaran kupon. Langkah praktis ini dihadirkan guna menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban pemenuhan nutrisi harian bagi keluarga prasejahtera di lingkungan Cilebut Barat. (red/rn)
