KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Berorientasi Pemberdayaan Umat

7 views
Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026–2031, KH Imam Jazuli, Lc., M.A.

ISLAM LIVE – Dakwah Nahdlatul Ulama dinilai tidak seharusnya hanya berorientasi pada kemeriahan kegiatan atau banyaknya jamaah yang hadir, tetapi harus mampu mendorong pemberdayaan umat dan membantu menyelesaikan persoalan nyata dalam kehidupan masyarakat. Pandangan itu disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026–2031, KH Imam Jazuli, Lc., M.A.

Menurut Kiai Imam Jazuli, yang akrab disapa Kiai Imjaz, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mencari ilmu agama, memilih sumber informasi, hingga menentukan sosok yang layak menjadi rujukan keagamaan.

“Dunia dakwah sedang berubah. Media dan masyarakatnya berubah. Cara mereka mencari pengetahuan berubah. Bahkan, cara mereka menentukan siapa yang layak didengarkan pun berubah. Saya tergerak untuk mengawal transformasi dakwah yang relate dengan kebutuhan zaman,” ujar Kiai Imjaz, Rais Syuriyah PBNU sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, dalam keterangan pers, Ahad (4/10/2026).

Baca Juga:  Pendidikan Gratis Harus Berkualitas, Kata Anggota Komisi X DPR

Ia menekankan bahwa transformasi dakwah membutuhkan dai yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memiliki kemampuan memilah informasi, memeriksa sumber, memahami konteks, serta membedakan fakta dan opini. Di era digital, kemampuan bekerja bersama tim media juga semakin penting. Produksi konten, desain, strategi distribusi, literasi data, dan pengelolaan kanal digital perlu ditangani secara profesional agar pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan bertanggung jawab.

“Yang paling banyak didengar belum tentu yang paling dalam ilmunya,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Imam Jazuli Foundation telah mengembangkan program transformasi dai, termasuk melalui Workshop Nasional Dai Transformatif di Tengah Perubahan Disruptif yang diikuti 700 pendakwah pada September 2026. Program tersebut ditargetkan menjangkau 5.000 dai di berbagai daerah melalui seleksi berbasis portofolio dan kompetensi, dengan agenda berikutnya di Provinsi Banten pada 18 Oktober 2026.

Baca Juga:  Ponpes Nuurul Abshor Pangalengan Kembali Berdiri, Fasilitas Baru Diresmikan Setelah Kebakaran 2025

Bagi Kiai Imjaz, inti transformasi dakwah adalah kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan fondasi keilmuan Islam dan tradisi Aswaja An-Nahdliyah. Dakwah harus tetap berpijak pada sanad dan otoritas keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan, tetapi pada saat yang sama tidak boleh gagap menghadapi perkembangan teknologi. Ia menilai generasi muda yang memiliki keahlian di bidang teknologi, komunikasi, dan produksi media perlu dilibatkan secara lebih luas, sehingga kolaborasi antara ulama, dai, dan tenaga profesional di bidang digital dapat membangun ekosistem dakwah yang lebih kuat.

Pendekatan tersebut menempatkan tradisi dan inovasi bukan sebagai dua hal yang harus dipertentangkan. Tradisi keilmuan tetap dijaga, sementara metode penyampaiannya dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, teknologi bukan sekadar alat untuk memperbanyak tayangan, melainkan sarana memperluas manfaat dakwah.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA