ISLAM LIVE – Pemerintah melalui Kementerian Haji menghadirkan layanan Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam penuh.
Sebanyak 452 armada disiapkan untuk mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya, tanpa henti sepanjang hari.
Layanan ini menjadi solusi utama mobilitas jemaah, terutama di tengah padatnya aktivitas ibadah dan tingginya suhu di Kota Suci. Bus Sholawat melayani 21 rute berbeda yang telah disesuaikan dengan lokasi pemondokan jemaah, lengkap dengan sistem kode warna dan nomor untuk memudahkan navigasi.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan 52 unit bus hidrolik yang dirancang khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Kehadiran armada ramah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa layanan transportasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah selama beribadah.
“Bus Sholawat kami operasikan 24 jam non-stop agar jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang tanpa khawatir soal transportasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, layanan ini terhubung melalui tiga titik utama di sekitar Masjidil Haram, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir. Setiap jemaah juga dibekali kartu panduan rute sebagai acuan selama menggunakan layanan tersebut.
Di sisi lain, operasional haji secara keseluruhan juga menunjukkan capaian yang stabil. Hingga 2 Mei 2026, sebanyak 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah telah tiba di Madinah.
Sementara itu, pergerakan menuju Makkah terus berlangsung bertahap. Tercatat 36 kloter dengan 14.503 jemaah telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan bersiap menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dari aspek kesehatan, layanan juga terus diperkuat. Hingga saat ini, 6.823 jemaah tercatat menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi, dengan 59 jemaah masih dalam perawatan.
Adapun jumlah jemaah wafat tercatat sebanyak 7 orang. Pemerintah memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem di Makkah yang mencapai 43 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik. Maria mengingatkan pentingnya mengatur waktu ibadah, memperbanyak konsumsi air, serta menghindari aktivitas berat di siang hari.
“Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas agar bisa ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Dengan dukungan layanan transportasi yang masif dan terintegrasi, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, menuju haji yang mabrur.
