ISLAM LIVE – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), agen perjalanan, dan pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan haji agar tidak menjadikan jemaah sebagai komoditas.
Hal tersebut Dahnil sampaikan saat memberikan Pengarahan dan Motivasi bertajuk “Bekerja Profesional, Efektif, dan Amanah demi Kemabruran dan Kemaslahatan Jemaah Haji” pada Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (5/7/2026).
“Kalau ada KBIH, travel, atau siapa pun yang menjadikan jemaah sebagai komoditas, maka itu akan menjadi perhatian serius kita. Tugas kita adalah memastikan jemaah memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” tegas Dahnil.
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil mengajak seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah membangun budaya kerja baru yang berorientasi pada pelayanan kepada jemaah. Menurutnya, seluruh pegawai, meski berasal dari berbagai institusi, memiliki tujuan yang sama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Kemenhaj harus benar-benar berwajah baru. Mari kita mulai tradisi baru dan budaya kerja baru yang lebih baik. Walaupun kita berasal dari institusi yang berbeda, tujuan kita hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia,” ujarnya.
Dahnil menambahkan, evaluasi penyelenggaraan haji juga mencakup berbagai tahapan pelayanan, mulai dari penetapan biaya haji, pembagian visa, hingga bimbingan ibadah, sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan haji pada musim berikutnya. (ari/ed).
