ISLAM LIVE – Kementerian Agama meluncurkan logo Hari Santri 2026 yang puncak acaranya digelar pada 22 Oktober. Logo resmi tersebut dirancang dengan visual menyerupai anyaman atau rangkaian bentuk yang saling terhubung.
“Makna keterhubungan dalam logo tersebut menunjukkan bahwa kekuatan dapat terbangun ketika setiap elemen bersinergi, saling menopang, dan berjalan menuju arah yang selaras,” demikian keterangan yang diterima Islamlive.
Bentuk logo itu menggambarkan semangat persatuan, kebersamaan, serta kesinambungan perjuangan santri dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan kehidupan. Setiap bagian dalam logo memiliki makna yang berkaitan dengan peran santri, pesantren, dan masyarakat.
Jalinan antarunsur menunjukkan bahwa kekuatan dapat terbentuk ketika berbagai elemen saling mendukung dan berjalan dalam satu arah. Makna ini dapat dianalogikan dengan sapu lidi, yang menjadi kuat ketika banyak lidi disatukan.
Begitu pula santri, pesantren, dan masyarakat akan memiliki daya lebih besar apabila mampu membangun kebersamaan. Filosofi itu sejalan dengan semangat Hari Santri 2026 yang menegaskan pentingnya peran santri sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
Pada bagian lain, terdapat dua lingkaran yang membentuk simpul dan saling berkaitan. Bentuk ini menggambarkan dua dasar yang berjalan beriringan dalam kehidupan seorang santri, yakni nilai-nilai agama sebagai pedoman moral dan karakter, serta kesadaran sebagai warga negara sebagai landasan pengabdian kepada bangsa.
Bagian bawah logo yang berfungsi sebagai dasar atau poros menggambarkan fondasi yang menopang keseluruhan peran dan langkah santri. Sementara itu, lingkaran pada bagian atas yang dapat dimaknai sebagai lingkaran cita menggambarkan orientasi terhadap masa depan, harapan, dan semangat mewujudkan tujuan bersama, khususnya cita-cita Indonesia Emas 2045.
