Santri Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Lewat Kewirausahaan

1 views
Menag Nasaruddin Umar dan Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar dalam Rapat Khusus Kemenag dan Kemenko PM (19/10/2026).

ISLAM LIVE – Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai alumni pesantren dan madrasah aliyah memiliki karakter ulet, tidak manja, dan siap bekerja keras untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat, utamanya di kawasan pedesaan. Penilaian itu disampaikannya dalam rapat khusus terkait ekosistem kemandirian pesantren pada Senin (19/10/2026).

Menurutnya, dengan pembekalan kewirausahaan berbasis pemberdayaan sejak dini, para santri diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi daerah dan memutus rantai kemiskinan dalam keluarga. Kemenag bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) pun menyiapkan kurikulum pemberdayaan untuk pendidikan tingkat menengah, baik madrasah aliyah (MA) maupun pesantren.

“Pengalaman menunjukkan melalui kurikulum berbasis kompetensi yang selama ini sifatnya hanya tambahan keterampilan tertentu, tambahan skill tertentu, atau tambahan paket kajian tertentu, ini kita akan dorong terus agar baik madrasah maupun pesantren di level Aliyah juga dipersiapkan menjadi lulusan yang siap kerja maupun siap mandiri,” kata Menko PM, Muhaimin Iskandar, melalui konferensi pers usai rapat tersebut.

Baca Juga:  Kekayaan Kuliner Ayam Indonesia, Beragam Teknik dan Rasa

Rapat tersebut membahas ekosistem kemandirian pesantren. Di sana juga dikatakan terdapat anggaran yang dialokasikan untuk membantu pesantren yang sudah mandiri supaya menjadi ekosistem ekonomi yang produktif. Contohnya, terdapat sebuah komunitas agribisnis di Bandung yang terbukti mampu menghidupi pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

Menag Nasaruddin Umar sepakat dengan Menko PM untuk mendorong pergeseran paradigma kurikulum tingkat MA ataupun pondok pesantren. Pelatihan keterampilan yang selama ini sifatnya hanya materi tambahan (extra skill) akan ditransformasikan menjadi satu paket kurikulum pemberdayaan yang terstruktur dan terintegrasi.

Langkah ini diambil karena mayoritas peserta didik di sekitar 80 ribu madrasah dan 42 ribu pesantren di bawah Kemenag berasal dari kelompok desil 1 sampai 4. Pembaruan kurikulum dirancang untuk mempersiapkan lulusan pada dua jalur utama, yaitu siap diserap di lapangan kerja sesuai kualifikasi pendidikan menengah dan siap menjadi wirausahawan mandiri.

Baca Juga:  Air Minum Alami di Tepi Pantai Tanjung Gading, Mahasiswa KKN UML Bantu Publikasi Digital

Kemenag bersama kementerian lain dan dengan dukungan dana CSR disebut akan memberdayakan pesantren, khususnya yang mayoritas santrinya berasal dari latar belakang ekonomi desil 1 sampai 4. Nantinya, lulusan diharapkan bisa lebih siap untuk bekerja dan mandiri. Dengan pembaruan kurikulum ini, pesantren dan madrasah aliyah diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga ekosistem yang menciptakan tenaga kerja terampil dan wirausahawan baru.

Program ini juga diharapkan mampu mendorong pesantren menjadi ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA