Kongres Bahasa Daerah 2026 Digelar di Jayapura, Diikuti 200 Peserta

1 views
Kongres Bahasa Daerah 2026 di Jayapura, Senin (19/10).

ISLAM LIVE – Kongres Bahasa Daerah 2026 digelar di Jayapura, Papua, dengan melibatkan 200 orang peserta dari berbagai unsur. Pemilihan Papua sebagai lokasi penyelenggaraan memiliki makna penting karena Papua merupakan wilayah dengan keragaman bahasa daerah paling tinggi di Indonesia.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa Kongres Bahasa Daerah 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Badan Bahasa Kemendikdasmen bersama Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP). Kegiatan ini berlangsung mulai 19 sampai 22 Oktober 2026 di Jayapura dengan melibatkan unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pengambil kebijakan, akademisi, peneliti bahasa, pendidik, budayawan, sastrawan, tokoh adat, komunitas bahasa, BP3OKP, serta generasi muda.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sampai tahun 2019 Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, yang 427 di antaranya berada di wilayah Pulau Papua. Angka tersebut menggambarkan besarnya kekayaan bahasa yang dimiliki Indonesia, sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga serta melestarikannya.

Kongres tahun ini mengangkat tema “Perencanaan dan Implementasi Kebijakan Bahasa Daerah untuk Penguatan Jati Diri Bangsa”. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membuka kongres tersebut pada Senin (19/10/2026) dan menekankan pentingnya kebijakan berbasis data, kerja sama pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.

Baca Juga:  Zapin Melayu Tembus Panggung Internasional, Seniman Riau Pentas di Malaysia

Mendikdasmen menilai bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan warisan bangsa yang menyimpan identitas, sejarah, pengetahuan, dan kearifan masyarakat. Menurutnya, menjaga bahasa juga sama dengan menjaga ingatan kolektif, nilai-nilai kehidupan, serta keberlanjutan kebudayaan bangsa untuk generasi mendatang.

Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung pelindungan, pelestarian, dan pengembangan bahasa daerah sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa. Dengan kekayaan bahasa daerah yang dimiliki, Aryoko menyebut Papua memiliki anugerah sekaligus tanggung jawab besar guna memastikan bahasa-bahasa daerah tetap hidup dan digunakan oleh masyarakat. “Melalui kongres ini, kami berharap akan lahir langkah-langkah strategis dan konkret untuk memperkuat pelindungan bahasa daerah. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan koordinasi, menyusun program pelestarian yang berkelanjutan, serta mendorong penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga, pendidikan, kegiatan adat, dan ruang publik sesuai konteksnya,” tutur Aryoko.

Bagi Pemerintah Provinsi Papua, upaya pelestarian bahasa daerah yang dilakukan Kemendikdasmen sangat sejalan dengan visi pembangunan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis. Papua yang cerdas tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan dan penguasaan teknologi, tetapi juga melalui pemahaman terhadap akar budaya. “Kami ingin memastikan generasi muda dapat berkembang, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan jati diri. Penguasaan bahasa asing dan kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap bahasa ibu, penghormatan terhadap adat, dan penghargaan terhadap kebudayaan daerah,” terangnya.

Baca Juga:  Kemenag Arahkan Orang Tua Awasi Gawai Anak Maksimal Dua Jam di Luar Belajar

Mendikdasmen menyoroti tiga hal utama dalam penguatan pelindungan bahasa daerah. Pertama, penyusunan kebijakan harus didasarkan pada data dan kebutuhan masyarakat. Kedua, pelaksanaan kebijakan perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan melalui penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Ketiga, ekosistem penutur dan pelestari bahasa harus diperkuat dengan menempatkan keluarga, sekolah, komunitas, tokoh adat, akademisi, media, dunia usaha, dan generasi muda sebagai mitra strategis. “Melalui gelaran ini kami berharap akan lahir rekomendasi kebijakan bahasa daerah yang memuat arah strategis, prioritas program, dan usulan langkah implementasi di tingkat pusat maupun daerah,” tutup Hafidz Muksin.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA