ISLAM LIVE – Kardinal Ignatius Suharyo menilai penggunaan bahasa Indonesia secara resmi oleh Vatikan menjadi langkah strategis bagi diplomasi internasional. Kebijakan itu dinilai dapat memperluas penyebaran informasi Gereja Katolik Indonesia ke dunia.
Pandangan tersebut disampaikan saat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia atau PWKI berkunjung ke Wisma Keuskupan Agung Jakarta. Pertemuan itu turut membahas perkembangan kerja sama penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News.
“Kehidupan Gereja Katolik Indonesia sangat maju dan dinamikanya sangat hidup, tetapi informasinya belum tersebar luas. Saya berharap cerita gereja Indonesia yang menginspirasi bisa dimengerti forum internasional,” ujarnya.
Kardinal Suharyo menilai banyak perkembangan positif Gereja Katolik Indonesia belum dikenal luas masyarakat internasional. Karena itu, penggunaan bahasa Indonesia di media resmi Vatikan dianggap membuka peluang baru komunikasi global.
Dalam kesempatan tersebut, PWKI juga menyerahkan buku hubungan diplomatik Indonesia dan Takhta Suci. Buku itu merupakan oleh-oleh dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci M Trias Kuncahyono.
“Semoga setelah nota kesepahaman ini banyak cerita positif tentang Indonesia bisa disebarkan ke seluruh dunia. Ini menjadi pintu masuk penting bagi komunikasi internasional,” katanya.
Meski demikian, penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News dinilai memiliki tantangan besar. Salah satu persoalan utama berkaitan dengan keberlanjutan pembiayaan dan pengelolaan layanan informasi internasional tersebut.
“Dulu pernah ada edisi bahasa Indonesia Radio Veritas di Filipina, tetapi akhirnya dihentikan karena biaya besar. Tantangannya memang tidak mudah dan perlu dipikirkan bersama,” ujarnya.
Kardinal Suharyo juga menilai perkembangan Gereja Katolik Indonesia sangat maju dibanding sejumlah negara Eropa. Banyak konsep yang kini dibahas dunia internasional disebut sudah lama diterapkan di Indonesia.
“Sinode yang berlangsung sekarang baru membicarakan berbagai hal yang sebenarnya sudah kita jalankan sebelumnya. Sayangnya informasi mengenai perkembangan tersebut belum banyak diketahui dunia,” ujarnya.*
