ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada 1 September 2026 itu membahas tiga agenda strategis, yakni kesiapan petugas haji dan Petugas Haji Daerah (PHD), penguatan istithaah kesehatan jemaah, serta persiapan Embarkasi Haji Bandara Dhoho Kediri.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Timur Mahmudi mengatakan persiapan perlu dilakukan sejak dini melalui penguatan koordinasi antara Kemenhaj dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan berbagai aspek penyelenggaraan haji di Jawa Timur dapat dipersiapkan secara terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan jemaah.
“Kami terus melakukan persiapan sejak dini untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Ada tiga hal yang menjadi perhatian utama, yaitu kesiapan petugas, istithaah kesehatan jemaah, dan persiapan Embarkasi Dhoho Kediri. Kami berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur semakin kuat sehingga pelayanan kepada jemaah dapat semakin baik,” ujar Mahmudi.
Dalam pembahasan kesiapan petugas, audiensi menyoroti penyiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan PHD. Mahmudi menegaskan petugas harus disiapkan secara terencana dengan memperhatikan kompetensi, integritas, profesionalitas, serta kemampuan memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jemaah. Pemprov Jawa Timur juga menyatakan dukungan terhadap proses seleksi PPIH dan penyiapan PHD agar petugas yang ditugaskan memiliki kapasitas serta pemahaman yang baik mengenai pelayanan jemaah.
Selain petugas, istithaah kesehatan jemaah menjadi agenda penting dalam persiapan haji 1448 H/2027 M. Kemenhaj Jatim mendorong penguatan koordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk memastikan jemaah yang akan berangkat memenuhi persyaratan kesehatan. Mahmudi menyebut persiapan kesehatan perlu dilakukan lebih awal agar jemaah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga secara fisik dan kesehatan untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji.
