ISLAM LIVE – Pesantren Muhammadiyah An Nur Sidoarjo mengajarkan keterampilan wirausaha kepada siswa SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Muhida) melalui praktik pembuatan keripik pisang pada Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi pengalaman nyata bagi anak-anak bahwa potensi di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi sebuah karya yang bernilai ekonomi.
“Yang paling membanggakan adalah ketika anak-anak bisa melihat bahwa sesuatu yang ada di sekitar kita ternyata bisa memiliki nilai yang mahal jika kita mampu mengolahnya dengan kreativitas,” kata Dianita Wahyu Ningsih, S.Pd., M.Pd.
Koordinator kelas 6 SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Sofiatuz Zuhro, M.Pd., menyampaikan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, anak-anak tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang kewirausahaan, tetapi juga belajar bahwa potensi di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi sebuah karya.
Praktik membuat keripik pisang menjadi pengalaman sederhana namun bermakna. Anak-anak terlibat langsung dalam proses pengolahan, mulai dari mengenal bahan, memahami cara mengolahnya, hingga melihat bagaimana sebuah produk dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual.
Pembelajaran seperti ini dinilai sangat relevan karena memberikan pengalaman nyata yang tidak selalu diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak diajak memahami bahwa berwirausaha dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pesantren An Nur yang mengembangkan konsep mubalig preneur tidak hanya menanamkan nilai keagamaan, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan, kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan. Semangat ini kemudian didiseminasikan dalam kegiatan kokurikuler di SD Muhida.
“Anak-anak perlu dikenalkan bahwa menjadi wirausahawan bukan sekadar tentang menjual produk. Tetapi juga tentang kemampuan melihat peluang, memecahkan masalah, berani mencoba, bekerja sama, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Kegiatan kokurikuler ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antar lembaga pendidikan Muhammadiyah, di mana Pesantren An Nur berbagi praktik baik dalam pengembangan generasi mubalig preneur yang mampu berkarya, mandiri, kreatif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
