ISLAM LIVE – Warung Mak Ten menjadi salah satu pilihan kuliner tradisional yang cukup dikenal di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Warung yang berada di Jalan Kolonel Slamet Supriyadi Nomor 94, Dusun Genengan Krajan, Desa Genengan ini telah beroperasi sejak 1977 dan dikenal dengan menu andalannya kare ayam kampung.
Warung Mak Ten dirintis oleh Mak Ten dan kemudian diteruskan secara turun-temurun oleh keluarganya. Setelah Mak Ten meninggal dunia pada 2003 dalam usia 75 tahun, usaha tersebut dilanjutkan oleh anaknya sebelum akhirnya dikelola generasi berikutnya hingga saat ini.
Kare ayam kampung menjadi menu yang paling banyak dicari di warung tersebut. Hidangan ini menyajikan potongan ayam kampung dengan kuah kare berbumbu rempah. Daging ayamnya dikenal empuk, sementara kuahnya memiliki cita rasa gurih dan rempah yang kuat.
Selain kare ayam kampung, Warung Mak Ten juga menyediakan sejumlah menu masakan tradisional Jawa. Di antaranya rawon, krengsengan, nasi campur, pecel, sop, serta berbagai lauk tambahan seperti tempe, tahu, telur, mendol, dadar jagung, dan sate daging.
Warung ini berada di jalur utama Malang menuju wilayah selatan, sehingga mudah dijangkau masyarakat yang melintas dari arah Kota Malang menuju Kepanjen maupun Blitar. Lokasi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang membuat Warung Mak Ten mudah dikenal oleh pelanggan dari luar wilayah Pakisaji.
Harga kare ayam kampung juga relatif terjangkau. Satu porsi nasi kare ayam kampung dibanderol sekitar Rp22 ribu, tergantung potongan ayam yang dipilih.
Warung Mak Ten saat ini menjadi bagian dari kuliner tradisional Pakisaji yang masih mempertahankan menu berbasis masakan rumahan. Keberadaannya selama hampir lima dekade membuat warung tersebut tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga salah satu usaha kuliner keluarga yang mampu bertahan lintas generasi.
