Kajian Hadis: Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

3 views

ISLAM LIVE – Bulan Idul Adha menjadi salah satu bulan yang penuh keutamaan bagi umat Islam. Pada bulan ini, kaum Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah, amal saleh, zikir, sedekah, hingga menjalankan puasa sunnah di awal bulan Dzulhijjah.

Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah terdiri dari Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah. Ketiga puasa ini dikerjakan sebelum Hari Raya Idul Adha dan memiliki banyak keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.

Puasa Dzulhijjah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Setelah itu dilanjutkan dengan Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Said bin Jubair, Rasulullah SAW bersabda:

Jika kamu masuk ke dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, maka bersungguh-sungguhlah sampai hampir saja ia tidak mampu menguasainya.”

(HR. Ad-Darimi)

Baca Juga:  Tafsir Kata Ibā’, Ketika Hati Berkata “Tidak”: Antara Harga Diri dan Keangkuhan 

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk amalan puasa sunnah.

Sementara itu, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Tidak ada hari-hari yang mengerjakan amalan saleh pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.”

(HR. Bukhari)

Para ulama menjelaskan bahwa pahala amal saleh di awal Dzulhijjah sangat besar, bahkan disebut sebanding dengan pahala orang yang berjihad di jalan Allah.

 

Jadwal Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah dilaksanakan mulai tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah.

Kemudian dilanjutkan dengan:

Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah

Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah

Puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah yang paling utama karena memiliki keistimewaan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas.

Niat Puasa Dzulhijjah

Baca Juga:  Man La Yahdhuruhu Al-Faqih: Kitab Hadis yang Menyatukan Sunni dan Syiah

Berikut bacaan niat Puasa Dzulhijjah:

Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya:

Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

 

Niat Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Berikut niatnya:

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya:

Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

 

Niat Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.

Berikut bacaan niatnya:

Nawaitu shauma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Selain menjalankan puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak doa pada hari-hari pertama bulan Dzulhijjah.

Sebab bulan Dzulhijjah merupakan salah satu waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum datangnya Hari Raya Idul Adha.*

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA