ISLAM LIVE – Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk ketiga ke kawasan sekitar Iran di tengah berlanjutnya konflik dan proses diplomasi yang belum menghasilkan kesepakatan baru.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt telah meninggalkan pangkalannya di San Diego pada Minggu menuju kawasan tersebut. Sehari kemudian, kelompok ekspedisi Marinir USS Makin Island juga diberangkatkan dengan membawa lebih dari 2.000 personel Marinir, seperti lansiran Aljazeera pada Jumat (2/10/2026).
Pejabat tersebut mengatakan, hingga akhir November, tiga kapal induk dan dua kelompok kapal amfibi diperkirakan berada di sekitar Iran. Penambahan kekuatan tersebut akan memperluas pilihan operasi militer yang tersedia bagi Presiden Donald Trump jika Washington memutuskan mengambil tindakan lebih lanjut.
Laporan tersebut menyebut pengerahan tambahan mencakup ribuan personel dan kekuatan udara, termasuk jet tempur F-35. Jumlah personel militer AS yang telah berada di kawasan tersebut disebut sekitar 50.000 orang.
Menurut laporan Anadolu yang mengutip pejabat AS, USS Theodore Roosevelt berangkat dari San Diego pada Minggu, sementara USS Makin Island bersama unit Marinir ke-13 meninggalkan pangkalan sehari kemudian. Tambahan kekuatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 9.000 hingga 10.000 personel.
Pengerahan itu berlangsung ketika jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih terbuka. Iran sebelumnya menyampaikan peta jalan tujuh hari melalui Qatar yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya kembali perundingan nuklir, dengan imbalan penghentian blokade laut AS, pelonggaran sanksi, dan gencatan senjata regional.
Proposal tersebut kemudian ditolak Trump. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran siap menghadapi kemungkinan berlanjutnya perang, tetapi juga menegaskan bahwa kedatangan Iran ke New York bertujuan mencari jalan menuju perdamaian.
