ISLAM LIVE – Aliran dana menuju Hezbollah disebut semakin sulit di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran dan pengetatan jalur keuangan yang digunakan kelompok tersebut.
Seperti lansiran Reuters pada Rabu (7/10/2026), dua sumber yang mengetahui langsung transfer dana mengatakan Hezbollah menerima dana dari Iran pada bulan lalu. Namun, proses pemindahan dana disebut menghadapi hambatan yang semakin besar, termasuk meningkatnya risiko bagi pihak perantara yang menangani transaksi tersebut.
Para perantara yang memindahkan dana tersebut disebut mengenakan biaya 20 persen. Salah satu sumber mengatakan biaya itu mencapai empat kali lipat dari tarif normal, yang mencerminkan meningkatnya risiko dalam transaksi dengan Hezbollah.
Salah satu sumber mengatakan Hezbollah semakin kesulitan menggunakan perusahaan keuangan yang sebelumnya memproses transfer dana. Perusahaan yang berbasis di Irak dan Dubai disebut tidak lagi menjadi pilihan, sementara jalur melalui Turki juga berada di bawah tekanan.
Meski menghadapi kendala pendanaan, sumber tersebut mengatakan Hezbollah belum menghentikan pembayaran kepada para pejuangnya maupun keluarga anggota yang tewas dalam pertempuran. Sumber itu menggambarkan uang sebagai “oksigen” bagi kelompok tersebut di tengah upaya lawan-lawannya memutus aliran pendanaannya.
Tekanan terhadap pendanaan Hezbollah berlangsung ketika Washington memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran. Departemen Keuangan AS juga menyatakan lembaga keuangan asing yang tetap melakukan bisnis dengan Iran atau sektor keuangannya dapat menghadapi sanksi AS tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Kondisi tersebut menambah tantangan bagi Hezbollah dalam membiayai layanan lokal dan bantuan pascaperang. Reuters mencatat kemampuan kelompok itu menyediakan layanan dan bantuan setelah konflik sebelumnya turut membantu mempertahankan dukungan di basis pendukungnya, sementara kali ini tanda-tanda pembangunan kembali di wilayah terdampak perang masih terbatas.
