ISLAM LIVE – Pemerintah tengah mengkaji skema ambisius terkait pembiayaan pendidikan gratis dari tingkat awal hingga perguruan tinggi negeri. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono saat mengungkapkan empat klaster prioritas yang menjadi fokus utamanya setelah mengemban jabatan baru.
“Untuk itulah Bapak Presiden telah mencanangkan beberapa program prioritas yang harus diselesaikan, termasuk di antaranya renovasi 300.000 sekolah dan madrasah tahun 2029, membangun 500 Sekolah Rakyat di tahun 2029,” kata Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026).
Sugiono menuturkan, klaster pertama adalah pendidikan yang dinilainya sebagai pilar utama dalam rangka pembangunan manusia yang unggul. Selain rencana renovasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat, pemerintah juga berencana membangun 500 Sekolah Nasional Terintegrasi, transformasi 100 Sekolah Garuda, meningkatkan kesejahteraan guru, serta digitalisasi pendidikan melalui penyediaan 1 juta interactive flat panel (INP).
Program lain yang disiapkan mencakup pembangunan universitas berbasis STEM, pembangunan Akademi Olahraga Nasional, dan pengiriman kekuatan talenta diaspora Indonesia untuk kembali membangun Indonesia. Di tengah sejumlah rencana tersebut, pemerintah tengah mengkaji skema pembiayaan pendidikan gratis dari tingkat awal hingga perguruan tinggi negeri.
Beralih ke klaster kedua, Sugiono menyebut bidang kesehatan sebagai fokus berikutnya. Presiden mencanangkan transformasi besar di sektor kesehatan, antara lain renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia.
“Kedua di bidang kesehatan. Bapak Presiden mencanangkan transformasi besar di sektor kesehatan, antara lain renovasi puskesmas, 10.000 puskesmas, membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh Indonesia,” ucap dia.
Klaster ketiga adalah bidang ketahanan bencana, mengingat Indonesia terletak di Ring of Fire atau negara yang sangat rentan terhadap bencana. Sugiono menegaskan pihaknya menyiapkan langkah membangun ketahanan bencana karena tidak ada pilihan lain selain hidup dan mampu mengantisipasi serta siap menghadapi bencana apa pun yang menimpa Tanah Air.
“Kita siapkan adalah bagaimana kita membangun ketahanan bencana ini, karena kita tidak punya pilihan lain selain hidup dan mampu agar kita bisa mengantisipasi dan siap menghadapi bencana apa pun yang menimpa Tanah Air,” imbuh dia.
