ISLAM LIVE – Dugaan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kepanikan internasional setelah tiga orang harus dievakuasi secara medis.
Salah satu korban yang dipindahkan adalah warga Inggris bernama Martin Anstee yang bekerja sebagai pemandu ekspedisi.
Kasus ini menjadi perhatian otoritas kesehatan dunia karena kapal pesiar tersebut membawa hampir 150 orang.
WHO kini terus memantau kondisi seluruh penumpang dan awak kapal guna mencegah potensi penyebaran penyakit lebih luas.
Martin Anstee mengaku kondisinya mulai membaik meski masih menjalani isolasi dan pemeriksaan medis intensif di rumah sakit. Selain dirinya, dua orang lain yang dievakuasi berasal dari Belanda dan Jerman.
Melansir dari The Guardian, Kamis, 7 Mei 2026, WHO menyatakan ketiganya dipindahkan ke Belanda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Pejabat kesehatan Spanyol sebelumnya menyebut kondisi Anstee sempat kritis sebelum akhirnya stabil.
Situasi tersebut membuat pemerintah dan otoritas pelabuhan meningkatkan pengawasan terhadap kapal yang datang dari jalur internasional.
WHO mengungkapkan terdapat delapan kasus hantavirus di atas MV Hondius dan lima di antaranya telah terkonfirmasi.
Kapal itu akhirnya diizinkan bersandar di Kepulauan Canary oleh pemerintah Spanyol setelah melalui penilaian kesehatan.
Namun keputusan tersebut menuai kekhawatiran dari otoritas regional Tenerife. Mereka cemas kapal pesiar itu dapat memicu penyebaran wabah baru di wilayah wisata yang ramai dikunjungi pelancong internasional.
Sebelumnya MV Hondius sempat berhenti di lepas pantai Tanjung Verde untuk mengevakuasi penumpang dan awak yang sakit. Setelah proses selesai, kapal kembali melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary.
Operator tur Oceanwide Expeditions menyebut dua orang yang dievakuasi telah tiba di Belanda.
Sementara satu penerbangan lain mengalami keterlambatan meski penumpang yang berada di dalamnya dilaporkan stabil.
Sejauh ini, sepasang warga Belanda dan seorang warga Jerman dilaporkan meninggal dunia. WHO menegaskan hantavirus umumnya menular melalui hewan pengerat terinfeksi dan penularan antar manusia sangat jarang terjadi.*
