Nasaruddin Umar Soroti Dampak Ekonomi dan Layanan Sosial Masjid

1 views
Menag Nasaruddin Umar saat menerima jajaran Yayasan Amaliah Astra dan Head Division of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto, di Jakarta, Jumat (23/10/2026).(Foto: Kemenag)

ISLAM LIVE – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong masjid di Indonesia meniru sistem pengelolaan profesional yang mampu memberdayakan ekonomi umat sekaligus memperluas syiar Islam melalui media sosial. Menurutnya, keberhasilan masjid tidak cukup diukur dari kemegahan bangunan, melainkan dari jumlah jemaah, keberlanjutan layanan sosial, dan dampak ekonomi bagi umat.

“Yang penting adalah kita membuat semacam amal jariah melalui sistem seperti ini. Sistem ini dapat ditiru oleh lembaga-lembaga lainnya, termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) maupun pengembangan ekonomi masjid dan ekonomi pesantren,” kata Nasaruddin Umar, Menteri Agama, di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Pesan itu disampaikan Nasaruddin saat menerima jajaran Yayasan Amaliah Astra dan Head Division of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto. Kemenag ingin praktik pengelolaan masjid yang berhasil direplikasi secara luas, termasuk untuk mendukung ekonomi pesantren dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Boy Kelana Soebroto memaparkan perkembangan Amaliah Astra Awards, program pembinaan dan penilaian tata kelola rumah ibadah yang melibatkan Nasaruddin sebagai dewan juri sejak 2021. Jumlah peserta program itu meningkat dari sekitar 150 masjid dan musala pada 2021 menjadi 646 masjid dan musala di lingkungan Grup Astra. Jangkauannya direncanakan terus diperluas hingga wilayah di luar perkotaan.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Gandeng Inggris, Buka Beasiswa S2 Chevening hingga 2030

“Tahun 2021 saat pertama kali Bapak menguji sebagai juri, pendaftarnya sekitar 150 masjid dan musala. Saat ini sudah terdaftar 646 masjid dan musala di lingkungan Grup Astra, dan jangkauannya akan terus diperluas hingga ke wilayah di luar perkotaan,” ungkap Boy.

Menurut Nasaruddin, keterbukaan sistem tata kelola memungkinkan masjid di berbagai daerah mengadopsi pola pemberdayaan yang sudah berjalan tanpa harus membangun sistem dari awal. Praktik tersebut juga terlihat di Masjid Istiqlal melalui layanan makan siang gratis bagi jemaah setelah salat Jumat dan hidangan berbuka puasa sunah setiap Senin dan Kamis. Layanan ini dijalankan secara berkelanjutan melalui partisipasi dan gotong royong umat.

Model tersebut menunjukkan bahwa masjid dapat berfungsi bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan sosial yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Penguatan tata kelola, kemandirian ekonomi, dan syiar digital menjadi tiga aspek yang dapat saling mendukung dalam memakmurkan masjid. Tantangan berikutnya ialah memastikan praktik baik tersebut bisa diterapkan sesuai kebutuhan daerah dan menghasilkan manfaat nyata bagi jemaah.

Baca Juga:  Minim Ventilasi Picu Akumulasi CO₂, Santri Ciptakan ALGAEVA

Nasaruddin juga mendorong pengurus masjid memanfaatkan TikTok dan Instagram untuk menyebarluaskan praktik baik kepada generasi muda. Konten syiar, menurutnya, perlu menyesuaikan kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan informasi melalui perangkat seluler.

“Dalam dunia media sekarang ini, sajikan intinya saja. Jika perlu gunakan data statistik dan persentase karena generasi muda kita terbiasa membaca data statistik serta visual foto yang menarik di media sosial, bukan narasi yang terlalu panjang,” katanya.

Publikasi digital diharapkan bukan sekadar membangun citra masjid, melainkan memperluas penyebaran model pemberdayaan umat agar dapat ditiru pengurus rumah ibadah lainnya. Jika berhasil direplikasi, masjid berpotensi menjadi pusat ibadah sekaligus penggerak kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA