ISLAM LIVE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Inggris melalui Program Beasiswa Chevening secara resmi menjalin kemitraan untuk mendukung peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia melalui pendidikan magister di Inggris. Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Kamis (30/07/2026).
“Di Kemendikdasmen, kami berkomitmen mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Salah satu kunci untuk mencapai visi tersebut adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu merumuskan kebijakan sekaligus menerapkannya secara nyata di lapangan. Upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui semangat partisipasi semesta,” ujar Suharti, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen.
Kemitraan yang berlaku hingga tahun ajaran 2029–2030 ini memungkinkan SDM Indonesia menempuh pendidikan magister (S2) di Inggris pada program studi yang berkaitan dengan pendidikan. Program ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama strategis Indonesia dan Inggris sekaligus upaya mencetak pemimpin masa depan yang mampu mendorong transformasi pendidikan Indonesia.
Suharti menjelaskan bahwa kerja sama beasiswa dengan mitra internasional menjadi langkah strategis untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, pengalaman global, serta jejaring internasional bagi insan pendidikan Indonesia. Para penerima beasiswa nantinya akan memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta jejaring internasional sebelum kembali ke Indonesia.
“Melalui kemitraan ini, para profesional Indonesia di bidang pendidikan dasar dan menengah akan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan studi pascasarjana di Inggris. Pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh nantinya diharapkan dapat memperkuat kapasitas sektor pendidikan nasional,” jelasnya.
Suharti menambahkan bahwa kemitraan ini memiliki nilai strategis karena para penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi dan mengabdikan diri sedikitnya selama dua tahun. Hal ini memastikan investasi pendidikan benar-benar berdampak bagi pembangunan nasional.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, menyampaikan bahwa Program Chevening tidak sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga membangun kepemimpinan melalui peningkatan kompetensi, rasa percaya diri, dan jejaring global. Ia mengapresiasi kepercayaan Kemendikdasmen kepada Pemerintah Inggris sebagai mitra pengembangan pendidikan.
“Pendidikan adalah salah satu investasi paling penting yang dapat dilakukan suatu negara untuk masa depannya. Kami sangat senang meluncurkan kemitraan baru dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, yang akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi S2 di Inggris sebagai Penerima Beasiswa Chevening,” ujar Dominic Jermey, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste.
