Orang Tua Ingin Anak Dapat Pasangan Bertanggung Jawab, Ini Penjelasanya

1 views
Ilustrasi Pernikahan ( Foto : Instimewa )

ISLAM LIVE – Ketika anak mulai serius menjalin hubungan dan berencana menikah, wajar jika orang tua ikut memikirkan siapa sosok yang akan mendampinginya kelak. Harapannya sederhana: anak bisa membangun rumah tangga yang bahagia, mendapatkan pasangan yang bertanggung jawab, dan menjalani kehidupan bersama orang yang bisa menghargai serta menyayanginya.

Namun, memilih calon menantu bukan perkara melihat penampilan, pekerjaan, atau latar belakang keluarga semata. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, terutama soal agama, akhlak, dan kesiapan seseorang dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Imam Al-Hasan Al-Bashri, ulama besar dari generasi tabi’in, pernah menasihati seseorang yang kebingungan menentukan calon suami bagi anak perempuannya. Ia menyarankan agar anak perempuan dinikahkan dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah SWT, karena laki-laki yang bertakwa akan menghormati istrinya ketika sedang menyayanginya dan tidak menzaliminya ketika sedang marah.

Ketakwaan menjadi pertimbangan utama. Orang tua tentu berharap anaknya mendapatkan pasangan yang memiliki pegangan agama, memahami kewajiban sebagai seorang Muslim, dan berusaha menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ketakwaan sebaiknya tidak dinilai hanya dari penampilan, banyaknya ibadah yang terlihat, atau kemampuan membaca Al-Qur’an. Orang tua juga perlu melihat bagaimana nilai agama diterapkan dalam keseharian, karena dalam rumah tangga agama seharusnya menjadi pedoman untuk memperlakukan pasangan dengan baik, bukan sekadar identitas yang ditunjukkan di hadapan orang lain.

Selain ketakwaan, akhlak menjadi hal penting. Seseorang mungkin terlihat ramah ketika bertemu keluarga pasangan, tetapi orang tua perlu mengenal bagaimana ia memperlakukan orang lain dalam situasi berbeda. Perhatikan cara calon menantu berbicara kepada orang tua, pelayan, rekan kerja, teman, atau orang yang tidak memiliki kepentingan dengannya. Akhlak yang baik juga terlihat dari kesediaan mendengarkan, menghargai pendapat pasangan, serta menyelesaikan masalah tanpa hinaan atau ancaman.

Baca Juga:  Komisi X DPR Usul KIP Kuliah Diarahkan ke Perguruan Tinggi Swasta

Nasihat Imam Al-Hasan Al-Bashri secara khusus menyoroti bagaimana seseorang memperlakukan pasangannya ketika sedang marah atau kecewa. Ketika hubungan masih dalam tahap pendekatan, seseorang mungkin berusaha menunjukkan sisi terbaiknya. Namun, karakter seseorang juga bisa terlihat ketika terjadi perselisihan, saat keinginannya tidak terpenuhi, atau ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan apakah calon menantu mampu mengendalikan emosi dan menyelesaikan perbedaan secara sehat.

Tanggung jawab juga perlu dinilai. Menikah berarti bersiap menjalani kehidupan bersama, termasuk berbagi tanggung jawab dan memenuhi hak masing-masing. Calon menantu perlu dinilai dari kesiapannya menjalani peran sebagai pasangan, bukan semata-mata dari pekerjaannya atau besarnya penghasilan saat ini. Kondisi ekonomi seseorang bisa berubah, sedangkan kemauan untuk berusaha, bersikap jujur, dan menjalankan kewajiban merupakan hal yang juga perlu dipertimbangkan.

Orang tua juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap calon pasangan yang memiliki perilaku buruk, lemah dalam menjalankan agama, atau berpotensi mengabaikan hak pasangannya. Kebiasaan mengonsumsi minuman keras disebut dalam pembahasan ulama sebagai salah satu hal yang perlu dihindari ketika memilih calon pasangan.

Dalam Surah An-Nisa ayat 19, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَن يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Baca Juga:  Kabut Asap Indonesia Meluas, Kasus Penyakit Pernapasan Tembus 283 Ribu

Artinya: “Wahai orang-orang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.”

Kecocokan dan kesiapan menjalani rumah tangga juga layak dipertimbangkan. Kedua calon pasangan tidak harus memiliki kepribadian, minat, atau latar belakang yang sama persis, tetapi perlu memiliki ruang untuk saling memahami dan menyepakati hal-hal penting dalam kehidupan bersama, seperti pandangan mengenai keuangan, pekerjaan, tempat tinggal, hubungan dengan keluarga besar, dan rencana memiliki anak.

Namun, sebagai orang tua, keinginan agar anak mendapatkan pasangan yang baik bukan berarti bisa menentukan seluruh jalan hidup anak, termasuk memaksakan siapa yang harus menjadi jodohnya. Orang tua tetap bisa memberikan nasihat dan pertimbangan, terutama jika melihat hal-hal yang perlu diwaspadai dari calon pasangan. Di sisi lain, anak juga perlu diberi ruang untuk mengenal dan memilih pasangan berdasarkan pertimbangannya sendiri.

Dengan komunikasi yang terbuka, orang tua bisa mendampingi anak mengambil keputusan tanpa mengabaikan haknya dalam menentukan masa depan. Kriteria memilih calon menantu sebaiknya dijadikan panduan untuk membantu anak memilih pasangan yang baik, bukan alasan untuk memaksakan kehendak.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA