ISLAM LIVE – Masyarakat Samarinda kini dapat menikmati tahu walik, jajanan tradisional khas Banyuwangi, Jawa Timur, tanpa harus pergi jauh ke daerah asalnya. Salah satu pelaku UMKM yang menghadirkan camilan tersebut adalah usaha kuliner Gurih & Manis, yang menjadikan tahu walik sebagai menu andalan.
Pemilik Gurih & Manis, Diah Annisa Ulva, memilih tahu walik sebagai menu yang dijual karena menurutnya jajanan tersebut cukup jarang ditemukan. “Saya lihat kayaknya orang-orang jarang gitu menjual tahu walik, apalagi yang seumuran saya. Lalu, saya mengambil dari pengalaman sebelumnya (berjualan), jadi sebisa mungkin kalau bisa agak berbeda sedikit dengan yang lain,” ucap Ulva kepada RRI, dikutip Rabu 21 Oktober 2026.
Tahu walik sendiri berasal dari Kabupaten Banyuwangi. Camilan ini dibuat dari tahu, biasanya jenis tahu pong yang dibalik sehingga bagian dalam tahu berada di luar. Tahu tersebut kemudian diisi dengan adonan kenyal seperti aci atau tepung tapioka, campuran ayam giling, atau bakso. Kata “walik” berasal dari bahasa Jawa yang berarti dibalik, sesuai dengan proses pembuatannya.
Tekstur yang didapat dari tahu walik adalah renyah di bagian luar dan kenyal atau lembut di bagian dalam, karena diisi dengan berbagai isian sesuai selera masing-masing. Walaupun berasal dari Banyuwangi, jajanan ini juga tidak kalah populer di berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan hadirnya tahu walik sebagai salah satu menu andalan Gurih & Manis, masyarakat Samarinda dapat menikmati jajanan khas Banyuwangi dengan cita rasa gurih serta perpaduan tekstur renyah dan kenyal. Camilan ini cocok untuk menemani waktu berkumpul bersama keluarga maupun teman. Kehadiran tahu walik di Samarinda juga menunjukkan bahwa kuliner tradisional dari satu daerah dapat diterima dan diminati di wilayah lain, sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
