ISLAM LIVE – Dugaan keracunan massal setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon pada Selasa, 20/10/2026, mendorong penangguhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga. Pemerintah menyatakan akan menanggung biaya pengobatan korban, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, mengatakan sejumlah korban mengeluhkan kuah sup telur puyuh yang terasa asam.
“Rata-rata mengeluhkan sup telur puyuh itu, katanya kuahnya terasa asam, tetapi enggak sampai telur puyuhnya, hanya kuahnya yang terasa asam,” kata Siti di Dinkes Kota Cirebon, Rabu, (21/10/2026).
Kepala SPPG Kalijaga 05, Andi Rahmat Gea, mengakui telur puyuh sempat dimasak setengah matang sebelum dimasak kembali di dapur. Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap prosedur pengolahan makanan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Cirebon, Yulian Septa Pratama, memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Badan Gizi Nasional (BGN). Ia juga menyatakan operasional SPPG terkait telah ditangguhkan tanpa batas waktu yang ditentukan.
Dinas Kesehatan mencatat 270 korban hingga Rabu siang, sedangkan laporan lain menyebut 287 orang. Penyebab insiden dan perbedaan jumlah korban masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
