Hari Santri Nasional 2026 Tidak Masuk Daftar Libur Nasional

3 views
Logo Resmi Hari Santri 2026.(Foto: Kemenag)

ISLAM LIVE – Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, bukan merupakan hari libur nasional. Ketentuan ini mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan bahwa Hari Santri bukan hari libur. Selain itu, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tanggal 22 Oktober tidak tercantum dalam daftar hari libur nasional maupun cuti bersama.

Meski bukan hari libur, peringatan Hari Santri tetap diimbau untuk diselenggarakan oleh berbagai pihak. Imbauan ini ditujukan kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, jajaran Kemenag, perguruan tinggi keagamaan Islam, organisasi kemasyarakatan Islam, pesantren, satuan pendidikan keagamaan Islam, santri, serta masyarakat.

Kemenag telah menerbitkan pedoman pelaksanaan peringatan Hari Santri 2026 melalui Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri. Dalam pedoman tersebut, Kemenag mengimbau pelaksanaan upacara Hari Santri secara serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 07.00 waktu setempat. Upacara tersebut juga akan disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial resmi Kementerian Agama.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Sekolah Unggul Garuda Milik Pemerintah

Selain upacara, peringatan Hari Santri 2026 dapat diisi dengan berbagai kegiatan lain yang relevan dengan tema peringatan tahun ini, antara lain Pramuka Santri ekoteologi, expo kemandirian pesantren, serta aktivitas lain yang mendukung semangat dan kemandirian santri.

Kemenag RI juga menggelar berbagai kegiatan dalam rangka Hari Santri 2026. Salah satunya adalah Surat Santri untuk Presiden yang berlangsung pada 22 September–8 Oktober. Melalui kegiatan ini, para santri dapat menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan tentang masa depan bangsa kepada Presiden RI. Pemenang akan diundang menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri, dan surat terbaik akan disampaikan kepada Presiden Prabowo.

Kegiatan lain adalah Pesantren Award (22 September–24 Oktober) untuk memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam penguatan pesantren. Ada pula Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (30 September–6 Oktober) di Kabupaten Malang yang mempertemukan santri dari berbagai daerah.

Santri Vision (2–20 Oktober) menjadi ajang menampilkan sosok-sosok terbaik dari lingkungan pesantren, mencakup kategori Naskah, Kebijakan, dan Komunikasi Ilmiah; Audio-Visual; Seni Visual dan Digital Media; serta Inovasi Digital dan Teknologi Pesantren. Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren (8–9 Oktober) digelar untuk menyusun peta jalan pengembangan pesantren ke depan.

Baca Juga:  Telkom University Jatuhkan Sanksi Pelaku Perundungan, Pengawasan Asrama Disorot

Mu’tamad Santri (14–15 Oktober) merupakan forum akademik yang bertujuan memperkuat mutu pendidikan pesantren, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong pengembangan pesantren yang berdaya saing global. Acara ini melibatkan sekitar 250 peserta secara luring dan 500 peserta secara daring.

Festival Sarung dan Peci Santri (16 Oktober) dilakukan sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus upaya merawat budaya Indonesia. Expo Kemandirian Pesantren (16–24 Oktober) digelar untuk memperlihatkan berbagai potensi dan capaian pesantren kepada masyarakat, sekaligus menjadi bukti bahwa negara telah hadir membantu kewirausahaan pesantren.

Puncak peringatan Hari Santri adalah Upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2026. Kegiatan penutup adalah Malam Bakti Santri untuk Negeri yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2026 di Istora Senayan. Kegiatan tersebut akan digerakkan oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama, dan Kemenag berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir. Dengan demikian, meskipun bukan hari libur, peringatan Hari Santri 2026 tetap berlangsung meriah melalui berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA