“Beginikah Ajaran Salaf dan Sunnah?” Tulis Gus Ajir soal Unggahan Lima Anjing

15 views
UAH menyindir unggahan bedah buku bergambar anjing yang dikaitkan dengan akun Fatarudin Tilawa Temarwut. Gus Ajir ikut merespons polemik tersebut. (Foto: Youtube Adi Hidayat Official)

ISLAM LIVE – Polemik unggahan bergambar lima anjing yang digambarkan mengikuti acara bedah buku mendapat respons dari Gus Ajir Ubaidillah. Melalui akun Instagram @ajir_ubaidillah, ia mengunggah gambar serupa dan mempertanyakan apakah tindakan tersebut mencerminkan ajaran Salaf dan Sunnah. “Beginikah Ajaran Salaf dan Sunnah?” tulis Gus Ajir.

Gambar yang dipersoalkan sebelumnya dikaitkan dengan akun Facebook bernama Fatarudin Tilawa Temarwut. Berdasarkan pengecekan, postingan yang dimaksud sudah tidak ditemukan. Dalam salinan unggahan yang beredar, pemilik akun menuliskan kritik bernada keras terhadap sejumlah ulama yang digambarkan sebagai lima anjing, serta menuduh mereka merusak agama dan akidah umat Islam.

Gus Ajir kemudian menyampaikan sejumlah poin yang menurutnya berkaitan dengan polemik tersebut. Ia menyinggung klaim mengenai Ustaz Adi Hidayat yang disebutnya difitnah melalui pernyataan yang tidak pernah diucapkan. Ia juga menyebut persoalan mengenai Habib Umar bin Hafidz yang menurutnya dicaci dan direndahkan.

Baca Juga:  Peringatan Maulid Nabi di Pendopo Asy-Sya'roni, Respons Keterbatasan Kegiatan Rohani

Selain itu, Gus Ajir mengaku pernah mendapat tuduhan terkait afiliasi keagamaan setelah mengutip sebuah kitab yang dinilai terindikasi Syiah. Ia menyatakan substansi pembahasan yang diajukannya belum dijawab. “Kami undang diskusi terbuka tidak mau datang,” tulisnya.

Ia turut mempertanyakan mengapa gambar tersebut muncul di media sosial setelah berbagai polemik sebelumnya berlangsung. “Eh tahu-tahu muncul postingan seperti ini,” lanjut Gus Ajir. Pada bagian akhir unggahannya, ia menegaskan bahwa dirinya tidak belajar dari guru-guru yang mengajarkan tindakan semacam itu. “Alhamdulillah, kami tidak belajar dari guru-guru yang mengajarkan hal demikian,” tulisnya.

Polemik ini berawal setelah UAH menggelar diskusi dan bedah buku mengenai Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di Masjid Al-Furqan UPI Bandung pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut membahas biografi, metodologi keilmuan, dan berbagai kontroversi yang berkaitan dengan ulama hadis tersebut. Setelah acara berlangsung, perdebatan berlanjut di media sosial melalui unggahan, komentar, dan tanggapan sejumlah pihak.

Baca Juga:  Menabung Dana Pendidikan Anak Bisa Dimulai dari Nominal Kecil

UAH melalui akun Instagram @adihidayatofficial juga mempertanyakan keberadaan acara dalam gambar tersebut, menyoroti tata letak tempat duduk, jumlah figur, hingga durasi kegiatan yang disebutnya menyerupai acara bedah bukunya. “Barangkali di antara sahabat ada yang mengetahui acara bedah buku ini?” tulis UAH, Jumat (9/10). Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan langsung dari pemilik akun Facebook Fatarudin Tilawa Temarwut mengenai unggahan tersebut maupun alasan postingan itu tidak lagi ditemukan.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA