Inggris Tuding Garda Revolusi Iran Berada di Balik Rencana Aksi di Pangkalan RAF

2 views
Sebuah pesawat pengebom B-1 lepas landas dari pangkalan udara RAF Fairford saat AS menarik mundur pesawat-pesawat pengebom B-1 miliknya—sepekan setelah sejumlah pria ditangkap atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak—seperti terlihat dalam tangkapan layar dari sebuah video media sosial yang diambil di Fairford, Gloucestershire, Inggris, pada 4 Oktober 2026

ISLAM LIVE – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan dugaan rencana serangan terhadap pangkalan udara RAF Fairford di Inggris kemungkinan besar dikoordinasikan dari Iran dan hampir pasti diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Namun, Iran membantah keterlibatan dalam insiden tersebut, sementara penyelidikan kepolisian Inggris masih berlangsung.

Dalam pernyataannya di hadapan parlemen pada Senin (12/10/2026), Burnham mengatakan penilaian pemerintah Inggris menunjukkan dugaan rencana itu sangat mungkin dikoordinasikan di Iran. Ia juga menyebut IRGC hampir pasti menjadi pihak yang mengarahkannya. Pangkalan RAF Fairford di barat daya Inggris sebelumnya digunakan pesawat pengebom Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Baca Juga:  Pasar Mayestik dan Sejarah Kuliner Jakarta yang Tetap Eksis Sejak Puluhan Tahun

Insiden tersebut menjadi perhatian aparat keamanan setelah lima pria berkewarganegaraan Inggris ditangkap di sekitar pangkalan pada dini hari 27 September atas dugaan pelanggaran terkait terorisme dan bahan peledak. Menurut Reuters, kelima pria itu kemudian dibebaskan dengan jaminan kepolisian tanpa dakwaan. Dua pria lain yang juga ditangkap, termasuk seorang warga Inggris-Iran, turut dibebaskan.

Duta Besar Iran untuk Inggris, Seyed Ali Mousavi, membantah keterlibatan Teheran dalam insiden tersebut. Mengutip kantor berita negara Iran IRNA, Mousavi mengatakan pemerintah Inggris seharusnya menunjukkan dokumen atau bukti jika memang memilikinya. Penyangkalan itu muncul di tengah belum lengkapnya informasi mengenai dugaan rencana serangan tersebut.

Penyelidik menyatakan bahwa kendaraan van yang disita dari para tersangka berisi bensin, tetapi tidak ditemukan bahan peledak yang layak digunakan. Meski demikian, Burnham dan sejumlah pejabat Inggris menyebut dugaan keterlibatan negara asing sebagai bagian dari penyelidikan. Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood juga mengatakan seorang individu yang berada di Iran diduga berperan dalam insiden tersebut, tanpa mengungkap identitasnya.

Baca Juga:  Ditjen Pesantren dan Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Santri dan Alumni
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA