Pasukan AS Tinggalkan Irak, Iran dan Sekutunya Sambut sebagai Kemenangan

3 views
Anggota pasukan keamanan Irak berkendara dalam iring-iringan melintasi kota untuk merayakan penarikan pasukan koalisi pimpinan AS dari Irak—yang mengakhiri kehadiran militer sejak invasi pimpinan AS tahun 2003—di Najaf, Irak, pada 30 September 2026

ISLAM LIVE – Amerika Serikat (AS) menarik pasukan terakhirnya dari Irak pada Rabu (30/9/2026), mengakhiri kehadiran militer AS di pangkalan-pangkalan Irak setelah lebih dari dua dekade sejak invasi pada 2003.

Pejabat AS dan Irak mengumumkan penarikan tersebut sebagai bagian dari rencana yang disepakati pada 2024 pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden. Pelaksanaannya kemudian dilanjutkan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump ketika AS tengah berperang dengan Iran.

Penarikan pasukan AS disambut Iran dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya sebagai kemenangan. Abu Mojtaba al-Yasiri, komandan Islamic Resistance in Iraq, menyebut keluarnya pasukan AS sebagai kemenangan bagi kelompok perlawanan Irak dan kekalahan bagi proyek Amerika.

Baca Juga:  Turki dan Pakistan Siapkan Pengerahan Pasukan ke Saudi di Bawah Pakta Makkah

Irak merupakan negara mayoritas Syiah yang memiliki hubungan politik dan militer luas dengan Iran. Sejak invasi AS pada 2003, wilayah Irak juga kerap menjadi arena ketegangan antara Washington dan Tehran.

Dari 18 anggota militer AS yang tercatat tewas sejak Trump meluncurkan operasi militer bernama Operation Epic Fury pada Februari, tujuh di antaranya meninggal di Irak. Washington menuding kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak melakukan serangan terhadap negara-negara di kawasan.

Seorang analis politik yang berbasis di Baghdad, Ahmed Younis, mengatakan penarikan pasukan AS berpotensi membuat kelompok yang didukung Iran merasa semakin leluasa karena tidak adanya kehadiran militer Barat. Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut dapat berupaya memperluas peran mereka dalam kebijakan negara dan memperkuat posisi di sejumlah institusi.

Baca Juga:  Surga Kuliner Halal di Pasar Sritrang, Hat Yai, Thailand

Sementara itu, penarikan tersebut berlangsung ketika konflik AS-Israel dengan Iran telah memasuki bulan kedelapan. Iran dan kelompok sekutunya memandang berkurangnya kehadiran militer AS di Irak sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk mengurangi pengaruh Washington di kawasan.

Irak sebelumnya menjadi salah satu lokasi utama kehadiran militer AS setelah invasi 2003. Penarikan terakhir ini menandai berakhirnya kehadiran pasukan AS di pangkalan-pangkalan Irak berdasarkan tahapan yang telah disepakati kedua negara.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA