ISLAM LIVE – bagi wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Thailand selatan, nama pasar Sritrang kini bukan lagi sekadar tempat singgah, melainkan salah satu destinasi wajib untuk berburu kuliner.
Terletak strategis di samping Universitas Prince of Songkhla (PSU), pasar ini bertransformasi menjadi pusat kuliner yang sangat ramah muslim, menjembatani kebutuhan warga lokal Hat Yai dengan kerinduan lidah wisatawan nusantara.
Berbeda dengan pasar malam di Bangkok yang mungkin membuat pengunjung muslim harus ekstra teliti, pasar Sritrang menawarkan ketenangan pikiran. Karena mayoritas pedagang di area makanan cepat saji adalah warga muslim lokal Thailand yang mengenakan hijab, dengan logo halal yang terpampang jelas di setiap toko atau kedai makanannya.
Menu makanan yang ditawarkan adalah perpaduan sempurna antara autentisitas Thailand dan pengaruh budaya Melayu. Wisatawan muslim bisa menemukan makanan seperti Kai Tod Hat Yai, yaitu ayam goreng khas dengan taburan bawang goreng melimpah renyah, Tom Yam Seafood dengan kuah merah kental yang kaya dengan rempah, bahkan dimasak langsung di depan mata para pengunjung.
Kemudian ada Som Tam Halal, salad pepaya muda yang segar tanpa campuran bahan non-halal, juga ada Pulut Mangga atau yang populer dengan Mango Sticky Rice sebagai pencuci mulut wajib dengan santan gurih yang sangat pas dengan selera orang Indonesia.
Bagi pelancong dari Jakarta atau Medan, atmosfer di pasar Sritrang terasa sangat akrab. Percakapan dalam bahasa Melayu lokal sering terdengar bersahutan dengan bahasa Thailand, menciptakan rasa aman secara emosional.
Kemudahan akses makanan halal inilah yang menjadikan Hat Yai sebagai salah satu destinasi paling nyaman dan aman bagi keluarga muslim Indonesia yang mencari liburan hemat namun tetap memuaskan dan kaya dengan pengalaman.
