Kemenhaj Dorong Ekosistem Ekonomi Haji, Kanwil Diminta Petakan Potensi Daerah

5 views
Rapat Koordinasi (Rakor) dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PEEHU).

ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah melalui pemetaan potensi daerah yang dapat mendukung rantai pasok penyelenggaraan haji. Setiap Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah didorong mengidentifikasi produk dan komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah pada 6–8 Agustus 2026 di Surabaya. Kegiatan tersebut diikuti seluruh Kanwil Kementerian Haji dan Umrah se-Indonesia sebagai forum konsolidasi kebijakan dan penyusunan langkah strategis.

“Jangan sampai potensi yang dimiliki daerah hanya menjadi potensi semata. Kita harus mampu memetakan produk apa yang layak dikembangkan, memiliki daya saing, dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Inilah yang menjadi tugas bersama Kementerian Haji dan Umrah dalam membangun ekonomi keumatan,” tegas Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Efendi.

Baca Juga:  Wujudkan Kualitas Layanan Publik, Itjen Kemenhaj Dorong Paradigma Pengawasan Kolaboratif

Menurut Jaenal, setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, Kanwil perlu lebih kreatif dalam mengidentifikasi produk unggulan yang dapat dikembangkan agar memiliki peluang menjadi bagian dari rantai pasok penyelenggaraan haji dan umrah.

Pengembangan ekosistem ekonomi tersebut mencakup berbagai sektor, antara lain produk unggulan daerah, industri halal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemberdayaan masyarakat. Pengelolaan potensi tersebut diarahkan agar memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah.

Jaenal menilai besarnya jumlah jemaah haji Indonesia merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan haji tidak hanya perlu dilihat dari sisi pelayanan ibadah, tetapi juga dari peluang membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  AMPHURI Ingatkan Celah Penyalahgunaan Visa Umrah Multiple Entry oleh Oknum Travel

Melalui Rakor dan FGD tersebut, Kementerian Haji dan Umrah membahas arah pengembangan ekosistem ekonomi haji, strategi pemberdayaan UMKM, penguatan jejaring usaha, inovasi produk daerah, serta penyusunan rekomendasi kebijakan untuk mendukung implementasi program di daerah.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA