ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan budaya kerja kolaboratif di seluruh jajaran penyelenggara haji sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah pada musim haji 1448 H/2027 M.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, saat membuka kegiatan Evaluasi Dokumen, Pemvisaan, dan Mecca Route di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 11–13 Juli 2026. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya ditentukan oleh sistem dan prosedur, tetapi juga oleh kekompakan serta kerja sama antarpetugas dan instansi yang terlibat.
“Kita baru belajar bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik. Saya berharap kekompakan dan kebersamaan ini menjadi gaya kerja kita. Dokumennya lancar, visanya lancar, sehingga pelayanan kepada jemaah juga semakin baik,” ujar Ian.
Ia menegaskan, forum evaluasi bukan hanya menjadi ruang untuk menilai capaian penyelenggaraan haji, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Dengan demikian, setiap satuan kerja dapat saling belajar dan memperkuat kualitas pelayanan pada penyelenggaraan haji berikutnya.
“Kalau bisa hasilnya terukur. Kita saling studi banding dalam menyelesaikan masalah sesuai bidang masing-masing, terutama di bagian dokumen dan pemvisaan, sehingga pondasi pelayanan kita semakin kokoh. Fokus kita harus terus berlanjut, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” katanya.
Kegiatan evaluasi tersebut diikuti 128 peserta yang berasal dari berbagai instansi, antara lain Kementerian Imigrasi, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, Otoritas Bandar Udara, JMA Syariah, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Soekarno-Hatta, serta Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Kemenhaj dari seluruh Indonesia.
Dalam forum yang sama, Kepala Subdirektorat Dokumen dan Perlengkapan Haji, Khairun Naim, menyampaikan bahwa layanan dokumen, pemvisaan, dan Mecca Route pada operasional haji 1447 H/2026 M berjalan dengan baik berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaksanaan Mecca Route perdana di Embarkasi Makassar.
