ISLAM LIVE – Komika dan pengamat sosial Pandji Pragiwaksono melontarkan kritik tajam terhadap sosok Dadan Hindayana, Ketua Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam narasi terbarunya, Pandji secara blak-blakan menyebut Dadan sebagai “manusia yang sangat berbahaya” bagi rakyat Indonesia setelah mencuatnya dugaan skandal korupsi dalam program Makan Bergizi Nasional (MBG).
Pandji menyoroti betapa nekatnya tindakan Dadan yang diduga melakukan korupsi pada program yang menjadi prioritas nomor satu Presiden Prabowo Subianto. Menurut Pandji, sangat tidak logis jika seseorang berani melakukan kejahatan pada proyek yang dipantau langsung oleh Presiden dan dikritisi habis-habisan oleh rakyat.
“Kalau lu tahu lu akan dilihat sebegitunya, apakah logis untuk lu melakukan kejahatan? Itulah kenapa dia berbahaya,” ujar Pandji menekankan bahwa keberanian Dadan untuk tetap bermain di area yang sangat panas ini menunjukkan betapa berisikonya sosok tersebut.
Salah satu poin paling pedas yang disampaikan Pandji adalah mengenai latar belakang keilmuan Dadan. Pandji mengungkap bahwa Dadan sebenarnya adalah seorang ahli serangga dan hama tanaman, bukan pakar gizi atau kesehatan masyarakat.
Pandji menceritakan awal mula kedekatan Dadan dengan Prabowo bermula dari keberhasilan Dadan mengobati tanaman milik Prabowo yang sakit.
“Diperkenalkanlah Dadan Hindayana kepada Pak Prabowo, berhasil dia tanamannya Pak Prabowo sehat, senang dia,” tutur Pandji.
Kedekatan personal inilah yang diduga membawa Dadan masuk ke tim perumus kebijakan hingga akhirnya menjabat sebagai Ketua BGN.
Pandji menilai penunjukan Dadan merupakan bagian dari budaya “bagi-bagi kue” kekuasaan sebagai bentuk terima kasih politik, bukan berdasarkan kompetensi. Ia curiga bahwa Dadan merasa “boleh” melakukan praktik korupsi atau “meroyek” karena melihat pola yang sama di lingkungan sekitarnya.
“Gua curiga dia berpikir dia emang boleh meroyek… karena presidennya sendiri yang bilang bahwa partai-partai dan orang-orang ini pada meroyek,” cetus Pandji merujuk pada pidato Presiden sebelumnya.
Menutup opininya, Pandji menyatakan kekhawatirannya jika program andalan pemerintah saja diisi oleh orang-orang yang dianggapnya tidak kompeten, maka ini membuka resiko rusaknya tata kelola pemerintahan. Ia membandingkan era sekarang dengan zaman dulu, di mana menurutnya jabatan strategis tetap diberikan kepada orang yang kompeten meskipun tetap ada praktik korupsi di dalamnya.
“Gimana rasanya jadi orang Indonesia? Frustrasi! Itulah kenapa kita butuh komedi,” pungkasnya menggambarkan situasi suram jika program gizi rakyat justru dijadikan ajang memperkaya diri oleh oknum yang tidak ahli di bidangnya.
Materi ini disusun berdasarkan rangkuman pandangan Pandji Pragiwaksono dalam konten YouTube pribadinya. Pembaca disarankan untuk tetap mengikuti perkembangan berita resmi dari lembaga hukum terkait status kasus yang disebutkan.
