ISLAM LIVE – Operasional dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Cisarua Leuwimalang, Kabupaten Bogor, dihentikan sementara buntu dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa siswa SMPN 02 Cisarua. Penghentian itu berlaku selama 20 hari sambil menunggu evaluasi dan hasil uji laboratorium.
Kepala Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, menyatakan surat keputusan pengungkapan sudah diterbitkan. “SK-nya sudah keluar. Itu SPPG-nya akan di-suspend selama 20 hari ke depan sambil dievaluasi dan menunggu hasil dari (uji sampel) Labkesda,” ucap Haidir kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
Haidir menjelaskan, total penerima manfaat program MBG dari SPPG Leuwimalang Cisarua untuk sekolah tersebut berjumlah kurang lebih 881 siswa. Namun, data sementara mencatat 103 siswa yang diduga mengalami keracunan. Sementara itu, penyebab keracunan adalah susu UHT. “Mereka mengalami gejala itu (dugaan keracunan) ketika selesai minum susu,” ucapnya.
Hingga Kamis (22/10/2026), jumlah korban bertambah menjadi 114 orang. “Untuk update korban keracunan makanan (MBG) hingga pukul 05.45 WIB, total korban 114 orang. Satu orang (masih) menjalani perawatan dan 113 orang sudah pulang,” kata Iwan, Humas RSPG Cisarua, Kamis (22/10/2026).
Iwan menyebut satu siswa yang masih dirawat memiliki kondisi lain yang perlu observasi dan penanganan lanjutan oleh dokter. Namun secara umum kondisi sudah stabil.
Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor telah mengambil beberapa sampel makanan dan minuman dalam MBG tersebut untuk diuji di laboratorium. Hasil uji itu dinantikan sebagai dasar evaluasi terhadap penyelenggaraan layanan MBG di wilayah tersebut, sekaligus untuk memastikan penyebab pasti kejadian yang menimpa ratusan siswa SMPN 02 Cisarua.
