Pembenahan Pesantren Mencakup Pengelolaan dan Perlindungan Santri

3 views
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag.

ISLAM LIVE – Kementerian Agama mendorong perbaikan tata kelola pesantren seiring lahirnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren. Pembenahan tidak hanya menyasar tata tertib santri, tetapi mencakup sistem pengelolaan lembaga dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan, termasuk memastikan perlindungan bagi santri.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, salah satu langkah yang ditempuh adalah melibatkan Majelis Masyayikh, yang terdiri atas tokoh-tokoh senior pesantren, untuk memberikan masukan dan membantu pengawasan tata kelola pesantren.

“Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,” ujar Nasaruddin Umar, Menteri Agama, di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut Nasaruddin, keterlibatan para tokoh pesantren dapat memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta membantu mengidentifikasi persoalan yang perlu segera ditangani. Langkah itu juga penting untuk mencegah terulangnya kasus yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pesantren, termasuk dugaan pelecehan dan persoalan perlindungan santri.

Baca Juga:  Literasi Sejarah Kritis Dibutuhkan agar Generasi Muda Pahami Islam Nusantara

Ia mengakui persoalan di lingkungan pesantren tetap perlu ditangani secara terbuka. Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya memastikan lembaga yang menggunakan nama pesantren benar-benar terdaftar dan memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat memperoleh informasi jelas sebelum mempercayakan pendidikan anak-anak mereka.

“Image pondok pesantren itu hanya bisa baca kitab kuning itu sudah tidak seperti itu lagi sekarang. Bahkan, dari pondok pesantren lahir anak-anak yang ahli dalam bidang robotik dan banyak santri yang ke luar negeri dengan beasiswa,” katanya.

Nasaruddin menepis anggapan pendidikan pesantren hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama dan kitab kuning. Menurutnya, pesantren dan madrasah kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak lulusan berprestasi di berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, robotika, olahraga, dan seni.

Baca Juga:  Karateka Darul Mursyid Borong Medali di Ajang Andalas Open 2026

Ia mengajak para pengasuh, pengelola pesantren, orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat bersama-sama menjaga kualitas pendidikan serta citra pesantren. Penguatan pengawasan dan keterbukaan, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap tradisi dan kemandirian pesantren.

Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, Nasaruddin juga mengimbau orang tua agar tidak ragu memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak, dengan tetap memperhatikan kualitas lembaga, sistem pengasuhan, dan jaminan perlindungan bagi santri. “Mari kita berbahagia dan berbangga dengan prestasi yang dicapai oleh pondok pesantren,” ujarnya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA