ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M dengan menekankan pentingnya istithaah kesehatan, pemenuhan kuota, pelunasan biaya haji, serta kesiapan dokumen dan sarana pelayanan. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu fokus untuk memastikan persiapan berjalan sejak dini.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Dalam Negeri Tahun 1448 H/2027 M di Bekasi, Selasa (20/10/2026).
Ian menegaskan bahwa istithaah kesehatan bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan jemaah. Karena itu, proses pelunasan dan keberangkatan harus dipersiapkan sesuai ketentuan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan serta kemampuan finansial jemaah.
Strategi pelunasan tahap pertama dan kedua juga perlu disusun secara cermat agar pemenuhan kuota berjalan optimal. Selain itu, data kependudukan, paspor, dan dokumen visa harus dipastikan akurat sejak awal melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Kesiapan asrama haji, embarkasi, dan transportasi turut menjadi perhatian dalam perencanaan operasional. Kemenhaj juga perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, dan maskapai penerbangan untuk mengantisipasi berbagai kendala yang dapat memengaruhi kelancaran keberangkatan.
