ISLAM LIVE – Literasi dan numerasi dinilai perlu dimaknai sebagai lintas mata pelajaran, bukan sekadar ilmu bahasa atau hitungan. Pendekatan ini diharapkan membuat anak lebih mudah memahami rumusan matematika melalui metode yang menyenangkan.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan program literasi numerasi menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah meningkatkan kemampuan siswa. Metode pembelajaran yang digunakan diharapkan mampu mengubah anggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit.
“Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami,” kata Najmul Akhyar, Bupati Lombok Utara, saat membuka kegiatan literasi numerasi di SMPN 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Senin (5/10/2026).
Menurut Najmul, kemampuan numerasi tidak cukup dibangun melalui hafalan rumus. Anak-anak perlu dibimbing memahami cara menggunakan angka dan logika dalam menyelesaikan berbagai masalah yang mereka temui dalam proses belajar.
Ia pun menekankan pentingnya seluruh peserta mengikuti pelatihan sampai selesai agar materi yang diberikan benar-benar membantu guru dan siswa menemukan cara pembelajaran numerasi yang lebih efektif.
“Seluruh peserta agar dapat mengikuti kegiatan hingga selesai. Kita perlu menghadirkan metode berhitung yang menyenangkan agar anak-anak lebih mudah memahami matematika,” ujarnya.
Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril, menegaskan bahwa fokus literasi, numerasi, dan pendidikan karakter membutuhkan pemikiran yang tidak terikat pada satu disiplin. Guru perlu didorong untuk menciptakan ruang-ruang belajar bersama, termasuk melalui proyek lintas mata pelajaran.
Menurut Iwan, literasi bukan sekadar ilmu bahasa karena sifat lintas mata pelajaran. Dalam konteks ini, para guru perlu belajar bersama untuk memaknai literasi dan numerasi secara lebih luas. Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan karakter tidak boleh dimaknai sempit, karena nilai karakter sejatinya melekat dalam setiap mata pelajaran. Diperlukan cara berpikir yang lebih komprehensif dan lintas disiplin agar semuanya berjalan dengan baik.
