ISLAM LIVE – Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam memberdayakan masyarakat, bukan sekadar menjadi tempat menimba ilmu agama. Pembekalan keterampilan kewirausahaan bagi santri menjadi salah satu kunci agar mereka mampu mandiri dan menciptakan peluang usaha.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan, pembekalan itu dapat dimulai melalui kegiatan seperti pertanian, peternakan, pengolahan limbah, pengembangan kopi, produk santri, hingga wisata edukasi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal nyata bagi santri.
“Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar. Pesantren bisa menjadi ruang untuk membangun manusia yang punya karakter, keterampilan, kemampuan melihat peluang, dan pada akhirnya mampu mandiri,” kata Muhaimin Iskandar, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kurikulum yang memadukan pendidikan Al-Qur’an, permakultur, dan pelajaran berbasis keterampilan hidup perlu menjadi bagian dari pengembangan santri. Pendekatan itu dinilai lebih membekali mereka menghadapi kebutuhan zaman.
Ia menegaskan, tujuan utama pemberdayaan bukan sekadar menyiapkan santri menjadi pencari kerja. Santri didorong memiliki kemampuan menciptakan peluang dan mengembangkan potensi di sekitarnya.
“Yang penting dalam pemberdayaan adalah bagaimana anak-anak ini tidak hanya disiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dan mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya,” ujarnya.
Muhaimin menambahkan, pemberdayaan di pesantren perlu ditopang akses, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah berperan memperkuat kapasitas serta memperluas dampak dari inisiatif yang tumbuh di pesantren.
Praktik baik dari pesantren diharapkan menjadi contoh bagi komunitas lain. Model pemberdayaan dapat disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah agar manfaatnya terasa lebih luas dan berkelanjutan.
