ISLAM LIVE – Meskipun Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang dihentikan sementara akibat letusan Gunung Anak Krakatau, sejumlah makanan yang terlanjur diproduksi tidak dibiarkan terbuang. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan makanan tersebut tetap diberikan kepada warga sekitar, santri pondok pesantren, dan penghuni panti asuhan.
“Karena terlanjur pesan bahan baku, jadi dialihkan ke warga sekitar, panti asuhan, dan agar relawan SPPG dibawa pulang untuk disebarkan ke sanak saudara dan tetangga. Tidak ada makanan yang terbuang sia-sia,” ujar Priyo Basuki, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, di Kabupaten Tangerang, Selasa (8/9/2026).
Penghentian distribusi MBG ini mengikuti kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang mulai tanggal 7 hingga 9 September 2026 sebagai langkah antisipasi dampak letusan Gunung Anak Krakatau. Selama masa PJJ, siswa belajar dari rumah untuk menghindari paparan abu vulkanik yang membahayakan kesehatan.
Priyo menjelaskan bahwa BGN masih menunggu kebijakan terbaru pemerintah untuk menentukan kapan distribusi MBG kembali berjalan. Pemerintah akan mempertimbangkan kondisi letusan Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik di Kabupaten Tangerang sebelum memutuskan pencabutan izin sementara.
Kalau sesuai Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Tangerang, liburnya MBG ini dari tanggal 7 sampai 9 September 2026. Namun kepastiannya tetap menunggu evaluasi situasi terkini, tegasnya. BGN memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk menjaga perkembangan situasi dan memastikan program MBG dapat kembali berjalan dengan aman ketika kondisi memungkinkan.
