ISLAM LIVE – Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di New Delhi, India, Jumat, menjelang pelaksanaan KTT BRICS yang diikuti 11 negara. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas berbagai tantangan global, termasuk perang di Timur Tengah dan Ukraina serta persoalan ekonomi.
Putin tiba di Palam Air Force Station, New Delhi, dan disambut Menteri Negara Urusan Luar Negeri India Kirti Vardhan Singh. Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sementara Presiden China Xi Jinping juga diperkirakan bertemu Modi di sela-sela pertemuan dua hari tersebut.
“Konflik Teluk akan menjadi garis patahan utama kali ini selama KTT BRICS,” kata Harsh V. Pant dari Observer Research Foundation kepada AFP.
Menurutnya, perluasan BRICS yang sebelumnya dipandang sebagai sebuah pencapaian kini justru menjadi tantangan bagi kelompok tersebut karena perbedaan posisi di antara negara anggotanya.
Kehadiran Pezeshkian dalam KTT BRICS menjadi perhatian khusus karena merupakan kunjungan pertamanya ke India sebagai presiden Iran sekaligus kunjungan pertama presiden Iran ke negara tersebut dalam delapan tahun. Shilan Shah dari Capital Economics menilai perang di Iran akan menjadi ujian berat bagi kohesi BRICS, terlebih para menteri luar negeri negara anggota sebelumnya gagal menyepakati pernyataan bersama dalam pertemuan di New Delhi pada Mei.
India sendiri berupaya menjaga hubungan dengan berbagai pihak. New Delhi memiliki hubungan baik dengan Iran dan Israel, tetapi juga berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan Washington. Di tengah krisis energi akibat perang di Iran, India antara lain mengandalkan Rusia, yang menjadi salah satu mitra strategis penting sekaligus pemasok bahan bakar kontroversial bagi India ketika perang Rusia-Ukraina terus berlangsung.
