ISLAM LIVE – Perundingan antara Iran dan negara-negara Arab Teluk di Oman ditunda setelah sejumlah negara kawasan meminta adanya konsensus regional. Penundaan itu terjadi beberapa jam setelah sebuah kapal kargo komersial Iran diserang di Selat Hormuz hingga menewaskan satu orang.
Kantor berita Iran Fars, mengutip Direktur Jenderal Kantor Urusan Teluk Kementerian Luar Negeri Iran, menyebut penundaan pertemuan yang semula dijadwalkan pada Senin tersebut merupakan permintaan sejumlah negara di kawasan dan telah menjadi keputusan bersama Teheran dan Muscat.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengonfirmasi penundaan tersebut.
“Kami tetap berkomitmen untuk mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama berkelanjutan di kawasan kami,” tulis Albusaidi melalui akun X, seraya menyebut pertemuan ditunda demi kepentingan konsensus.
Oman selama ini menjadi salah satu mediator penting dalam konflik Iran. Posisi tersebut diperkuat oleh peran Oman sebagai penghubung dengan Teheran, sementara negara itu juga terdampak langsung oleh persoalan navigasi di Selat Hormuz yang sebagian wilayah pesisir selatnya berada di wilayah Oman.
Upaya mencari kesepakatan mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz sebelumnya juga belum menghasilkan terobosan. Pada Juli, Muscat mengusulkan mekanisme regional bersama yang membagi pengelolaan selat secara 50:50 antara Iran dan Oman, termasuk usulan kontribusi sukarela dari kapal-kapal yang melintas. Iran menolak skema biaya sukarela dan menginginkan pembayaran bersifat wajib.
Ketegangan kembali meningkat setelah media Iran melaporkan serangan di sekitar Pulau Qeshm yang menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya. Secara terpisah, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal terkena proyektil saat melintasi Selat Hormuz dan mengalami kebakaran hebat, meski belum dapat dipastikan apakah insiden tersebut merupakan serangan yang sama.
