ISLAM LIVE – Kebakaran hutan besar yang melanda Spanyol dan Prancis memaksa hampir 200 ribu orang mengungsi dari rumah maupun kawasan wisata.
Pada Sabtu (25/7/2026), api masih belum berhasil dikendalikan sepenuhnya di kedua negara sehingga pemerintah terus memperluas langkah evakuasi dan penanganan darurat. Di Prancis, sedikitnya 141.000 orang telah dievakuasi dari wilayah Gironde dan Landes, termasuk ribuan warga di sekitar Kota Bordeaux. Sementara di Spanyol, sekitar 25.000 orang mengungsi dari kawasan Madrid setelah kebakaran yang dipicu penggabungan beberapa titik api terus meluas akibat embusan angin.
“Kebakaran yang melanda negara kita telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu melalui akun X.
Pemerintah Prancis telah mengerahkan militer untuk membantu proses pemadaman, sementara Presiden Emmanuel Macron mengajukan permintaan bantuan kepada Uni Eropa. Di Semenanjung Cap Ferret, sekitar 44.000 orang dievakuasi melalui jalur darat maupun laut, dan lebih dari 50 rumah dilaporkan hancur akibat kobaran api.
Di Spanyol, Kepala Badan Penanggulangan Darurat Wilayah Madrid Carlos Novillo mengatakan kebakaran di sekitar ibu kota telah mencapai puncaknya dan masih berada di luar kemampuan petugas untuk dikendalikan. Perdana Menteri Pedro Sanchez dijadwalkan mengunjungi wilayah terdampak guna memimpin rapat darurat dan meninjau langsung penanganan bencana.
Menurut kajian kelompok World Weather Attribution, kekeringan yang diperparah oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah meningkatkan risiko kebakaran hutan di Eropa tahun ini. Sejumlah wilayah bahkan telah mengalami sedikitnya dua gelombang panas sejak Mei, sehingga memperburuk kondisi kebakaran di Prancis dan Spanyol.
