ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat memperkuat pembinaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk meningkatkan kemandirian jemaah sekaligus menjaga integritas layanan penyelenggaraan ibadah haji. Penguatan tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi pelaksanaan manasik dan pembinaan peningkatan kualitas layanan KBIHU di Emersia Hotel & Resort Batusangkar, Rabu (12/8/2026).
Kepala Kanwil Kemenhaj Sumatera Barat M. Rifki membuka kedua kegiatan yang diikuti 31 peserta. Sebanyak 17 peserta mengikuti konsolidasi pelaksanaan manasik, sedangkan 14 peserta lainnya mengikuti pembinaan dan peningkatan kualitas layanan KBIHU.
Rifki mengapresiasi kontribusi seluruh pimpinan lembaga dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji perdana oleh Kemenhaj tidak terlepas dari kolaborasi dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat.
“Penyelenggaraan haji perdana oleh kementerian kita berjalan sangat sukses berkat kolaborasi dan koordinasi bersama,” ujar Rifki.
Ia menilai KBIHU memiliki peran strategis dalam membentuk jemaah yang mandiri melalui pembekalan pengetahuan manasik. Menurutnya, pemahaman ibadah yang kuat diperlukan agar jemaah mampu menjalankan rangkaian ibadah tanpa selalu bergantung kepada petugas di lapangan.
“Kalau jemaah tidak kita bekali ilmu manasik, mereka akan selalu bergantung kepada petugas lapangan,” tegasnya.
Selain penguatan manasik, Rifki memaparkan kebijakan wajib program manasik kesehatan selama enam bulan menjelang keberangkatan. Pemerintah menargetkan pemeliharaan ketahanan fisik jemaah melalui evaluasi medis secara rutin. Ia juga meminta petugas kesehatan menolak segala bentuk intervensi terhadap kelulusan syarat kelayakan calon jemaah.
