ISLAM LIVE – Pembekalan bagi 48 calon mahasiswa yang akan belajar ke Maroko memiliki tujuan utama, yakni memastikan kesiapan akademik, sosial, budaya, administratif, dan mental sebelum menjalani studi di luar negeri. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Kemenag menempatkan mahasiswa sebagai wajah Indonesia dalam pergaulan global.
“Kalian berangkat untuk belajar, tetapi pada saat yang sama kalian juga membawa cerita tentang Indonesia. Tunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terbuka, beragam, berilmu, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” kata Farid F. Saenong, Staf Khusus Menteri Agama.
Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat PTKI, Ahmad Mahfud Arsyad, menegaskan mahasiswa Indonesia di luar negeri memiliki tanggung jawab membawa nama bangsa. “Mahasiswa yang belajar di luar negeri membawa nama Indonesia. Karena itu, selain harus memiliki kemampuan akademik, mahasiswa juga perlu memiliki sikap disiplin, kemampuan beradaptasi, serta menjaga etika dan nama baik bangsa selama berada di negara tujuan,” ujarnya dalam keterangan diterima inilah.com, Jumat (2/10/2026).
Menurut Ahmad, pengalaman akademik di Maroko diharapkan memperkuat jejaring pendidikan serta membuka ruang pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Maroko. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu berinteraksi secara global tanpa kehilangan identitas.
“Jadilah global tanpa kehilangan akar. Kuasai ilmu, bangun jejaring, terbuka terhadap berbagai perspektif, tetapi tetap memiliki karakter dan identitas sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” pesannya.
Rangkaian pembekalan ditutup dengan pengantaran 48 calon mahasiswa menuju Bandara Internasional Jakarta pada Jumat (2/10/2026). Pesan utama pembekalan tersebut adalah pengalaman belajar di Maroko harus menghasilkan lebih dari sekadar capaian akademik.
Para mahasiswa diharapkan mampu membangun jejaring Indonesia–Maroko, memperluas wawasan keilmuan, sekaligus menjadi generasi yang kelak memberikan kontribusi bagi pendidikan Islam dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenag, Khoirul Huda Basyir, menekankan prestasi akademik harus berjalan bersama karakter dan integritas. “Integritas menjadi modal penting bagi setiap mahasiswa. Prestasi akademik harus berjalan seiring dengan karakter, tanggung jawab, dan sikap yang baik. Di mana pun berada, mahasiswa Indonesia harus mampu menunjukkan nilai-nilai tersebut,” pesannya.
