ISLAM LIVE – BNPB memastikan pembangunan huntara (Hunian sementara) manggarai bagi warga terdampak gempa M7,7 Nusa Tenggara Timur dilakukan sesuai mekanisme dan standar yang ditetapkan. Huntara dibangun bertahap di tujuh kabupaten untuk warga dengan rumah rusak berat berdasarkan data by name by address dari pemerintah daerah.
Huntara manggarai menjadi tempat tinggal sementara sebelum pembangunan hunian tetap (huntap) pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Warga juga dapat memilih bantuan dana tunggu hunian (DTH).
Bangunan dapat berupa huntara mandiri maupun komunal, dengan lokasi ditentukan penerima manfaat atau melalui musyawarah warga. Konstruksinya tetap memperhatikan keselamatan dan risiko gempa, meski spesifikasinya disesuaikan sebagai hunian sementara.
Terkait laporan warga Kabupaten Manggarai yang mengeluarkan biaya tambahan, BNPB menyebut hal itu terjadi karena belum sepenuhnya memahami mekanisme dan spesifikasi huntara. BNPB menegaskan huntara bukan pengganti rumah sebelum gempa.
Warga yang menemukan pungutan atau permintaan biaya tambahan pada proyek yang telah sesuai standar diminta segera melapor kepada pemerintah daerah atau BNPB.
Per (30/9/2026), jumlah pengungsi tercatat 22.383 jiwa, turun 87 persen dari 179.037 jiwa. Di Manggarai, masih terdapat 2.369 pengungsi.
