ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan memperluas pemeriksaan terhadap travel yang diduga bermasalah ke Palembang dan Banjarmasin setelah melakukan pemeriksaan di Surabaya. Langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat sekaligus memperkuat penanganan terhadap dugaan penipuan dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, mengatakan pemeriksaan di daerah merupakan bagian dari upaya Kemenhaj memberikan efek jera terhadap pihak yang diduga melakukan pelanggaran. Pemeriksaan juga akan melibatkan unsur internal Kemenhaj serta aparat penegak hukum setempat.
“Tujuannya dilakukan pemeriksaan di luar kantor Kemenhaj, diharapkan adanya efek jera,” ujar Harun dalam pembahasan Peraturan Menteri Haji dan Umrah di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Sebagai langkah awal, Harun akan melakukan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Surabaya dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian Daerah setempat yang menyediakan tempat untuk pelaksanaan pemeriksaan.
Setelah Surabaya, pemeriksaan serupa akan diperluas ke Palembang dan Banjarmasin. Harun mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau penanganan laporan masyarakat di daerah dan memastikan dugaan pelanggaran oleh travel dapat diperiksa secara lebih menyeluruh.
Harun juga mengajak Inspektorat Jenderal serta jajaran direktorat jenderal lain untuk terlibat dalam proses pemeriksaan. Keterlibatan lintas unit tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam menangani laporan dan dugaan pelanggaran penyelenggaraan haji dan umrah.
